JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Terlalu Manut Google Maps, Peserta Ujian CPNS Asal Jenar Sragen Malah Kesasar Sampai Lereng Gunung Lawu. Langsung Dinyatakan Gagal

Ilustrasi pusing
Ilustrasi pusing

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Cerita menggelitik mencuat dari pelaksanaan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Sragen hari pertama, Senin (3/2/2020).

Ada salah satu peserta yang terpaksa harus mengubur impian bisa lolos CPNS. Yang menyesakkan, peserta asal Kecamatan Jenar, Sragen itu gagal lantaran datang terlambat dari waktu yang sudah ditentukan.

Tragisnya, ia terlambat karena kesasar tujuan lantaran terlalu manut aplikasi google maps. Celakanya, ia kesasar sampai Karangpandan, Tawangmangu yang notabene di bawah lereng Lawu dan jauh di ujung timur Karanganyar.

Padahal lokasi ujian di LKPPS Gondangrejo yang berada di wilayah barat.

Walhasil, saat tiba di lokasi ujian di Gedung LKPPS Gondangrejo, Karanganyar, dia sudah terlambat lebih dari satu jam. Sehingga aturan pun memaksanya harus mengurungkan niat ikut ujian SKD yang otomatis menutup peluangnya bisa lolos.

Baca Juga :  Meninggal Terpapar Covid-19, Ustadz Muda Sragen, Habib MA Tinggalkan Satu Istri dan 4 Anak. Dikenal Baik dan Sosok Cerdas

Kisah peserta terlambat kesasar itu diungkapkan Kepala  Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen, Sutrisna, Senin (3/2/2020).

“Tadi memang ada anak Jenar yang pakai google maps mencari lokasi, tapi malah kesasar sampai Karangpandan. Sampai sini ya sudah telat sehingga nggak bisa ikut ujian,” paparnya.

Ia menyampaikan memang ada beberapa peserta yang terlambat datang ke lokasi ujian. Karena sudah berjalan oleh sistem, mereka yang terlambat tidak mendapatkan PIN register.

Sehingga secara otomatis pula, mereka tak akan bisa mengikuti ujian SKD. Jika tidak ikut SKD, sudah pasti akan gagal.

Baca Juga :  Tambah Lagi 2 Warga Positif, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Terus Meroket Jadi 469. Satu Orang Baru Pulang dari Boyolali, Satunya Tertular dari Sukodono, Total 65 Sudah Warga Meninggal Dunia

”Sesi dua ada empat peserta dan sesi tiga ada tiga peserta sehingga total ada tujuh peserta yang terlambat dan nggak bisa ikut ujian. Otomatis langsung dinyatakan gagal alias gugur,” terangnya.

Soal keterlambatan memang kesalahan peserta. Karena panitia jauh-jauh hari mengingatkan untuk datang lebih awal.

Setidaknya 90 menit jelang pelaksanaan ujian karena harus banyak mengisi urusan registrasi dan pengarahan. Tempat juga jauh hari juga sudah diumumkan.

”Karena begitu terlambat semenit saja, maka sudah nggak akan dapat PIN register. Karena itu sudah sistem,” tandasnya. Wardoyo