JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

UNS Tambah Tiga Guru Besar dari FT dan FKIP

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan mengukuhkan tiga Guru Besar baru pada Rabu (26/2/2020) ini. Ketiga Guru Besar tersebut yaitu Prof. Ir. Winny Astuti, M.Sc, Ph.D dari Fakultas Teknik (FT), Prof. Dr. Eng. Agus Purwanto, S.T, M.T dari FT dan Prof. Dr. Asrowi, M.Pd dari FKIP. Humas UNS
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan mengukuhkan tiga Guru Besar baru pada Rabu (26/2/2020) ini. Ketiga Guru Besar tersebut yaitu Prof. Ir. Winny Astuti, M.Sc, Ph.D dari Fakultas Teknik (FT), Prof. Dr. Eng. Agus Purwanto, S.T, M.T dari FT dan Prof. Dr. Asrowi, M.Pd dari FKIP.

Prof. Ir. Winny Astuti, M.Sc, Ph.D yang merupakan Guru Besar ke-12 di FT dan ke-216 di UNS akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Pembangunan Perumahan berbasis Masyarakat sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan Kota.

Sektor perumahan berkontribusi besar terhadap pengentasan kemiskinan kota. Pengentasan Kemiskinan terkait sektor perumahan tidak hanya menyangkut peningkatan akses masyarakat untuk mendapatkan rumah dan sarana prasarana kota, akan tetapi juga meningkatkan kemampuan dan daya beli masyarakat di dalam menjangkau prasarana umum kota seperti kebutuhan air bersih, listrik, sanitasi ,dan manajemen pengelolaan limbah.

Salah satu model yang dikembangkan terkait dengan CBHD sebagai upaya pengentasan kemiskinan adalah Konsep Model Pemberdayaan Masyarakat Permukiman Kumuh sebagai Upaya pengentasan Kemiskinan Perkotaan yang Berkelanjutan (PMPKB). “Model ini dirumuskan dari hasil penelitian di Kelurahan Keprabon Kecamatan Banjarsari, Kelurahan Sudiroprajan Kecamatan Jebres, Kelurahan Joyosuran, Kelurahan Joyotakan dan Kelurahan Pajang. Hasil penelitian bisa mengintegrasikan Kelurahan Pajang dengan program-program di pemerintah kota,” ujar Prof. Winny yang merupakan Guru Besar di bidang Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota FT UNS, Selasa (25/2/2020).

Model inovatif lain yang dikembangkan adalah Integrated Planning Model of Creative Industry based Kampung Tourism in Jayengan Surakarta, Indonesia yang diterapkan di Kampung Jayengan Surakarta. Model ini melihat perencanaan permukiman kampung sebagai satu kesatuan entitas dengan kota. Model CBHD yang dikembangkan di Jayengan mampu mengembangkan potensi lokal pariwisata budaya, kuliner, ekonomi sebagai satu kesatuan dengan pengembangan kota setelah beberapa puluh tahun hampir mengalami kepunahan. Model ini mampu mengembangkan Jayengan menjadi Kampung Wisata berbasis Industri Kreatif Permata.

Sementara itu, Prof. Dr. Eng. Agus Purwanto, S.T, M.T yang merupakan Guru Besar ke-13 FT dan ke-217 UNS akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Baterai: Sumber Energi Inovasi Masa Depan.

Prof. Agus menyampaikan bahwa inovasi dan teknologi berkembang dengan pesat dalam berbagai bidang saat ini. Dalam bidang transportasi, Indonesia telah melangkah kedalam visi transportasi berbasis listrik. Peralihan mode transportasi dari bahan bakar fosil ke listrik menjadi solusi untuk masalah polusi karena kendaraan dan mengurangi beban impor BBM. Dalam jangka panjang, teknologi dengan tingkat polusi yang minimal sangat mendukung kehidupan bumi yang berkelanjutan. Untuk keperluan tranportasi berbasis listrik dan pemanfaatan energi terbarukan, kebutuhan akan baterai sebagai penyimpan energi menjadi sesuatu yang krusial.

Baca Juga :  Kunjungi Tokoh Mega Bintang di Solo, Mantan Panglima TNI Bahas Berbagai Topik, Termasuk RUU HIP

“Saya sangat meyakini hampir seluruh kegiatan kita akan ditopang oleh peralatan yang energinya dipasok dari baterai dimasa mendatang. Oleh karena itu baterai akan menjadi sumber energi pada semua inovasi berbasis elektrik yang akan membentuk masa depan kita,” ujar Prof. Agus.

Mengingat semakin pentingnya baterai dalam pengembangan teknologi dan inovasi dimasa yang akan datang, Prof. Agus mengambil peran untuk ikut serta dalam pengembangan baterai ini. Sesuai background keilmuan sebagai guru besar Teknik Kimia, ada beberapa hal yang memerlukan inovasi agar teknologi baterai ini bisa dimanfaatkan secara luas di Indonesia.

“Baterai yang kami buat bersama dengan tim ini adalah baterai jenis lithium ion. Fokus pengembangan baterai lithium ini adalah untuk membuat baterai lithium yang murah, berkualitas, aman dan awet,” imbuhnya.

Baterai lithium yang murah, dimulai dari bahan baku yang murah. Pengembangan proses pembuatan material aktif baterai lithium dengan bahan baku teknis yang murah telah berhasil dikembangkan. Untuk menekan harga produk, proses harus efisien. Penelitian produksi dengan zero waste telah dilakukan dengan memproses ulang limbah produksi menjadi material aktif. Untuk membuat baterai lithium ion yang berkualitas, pengontrolan internal resistance memegang peranan yang penting. Semakin kecil internal resistance sebuah baterai, spesifik powernya akan semakin meningkat. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa internal resistance ini dapat dikontrol dengan mengatur ketebalan katoda, mengatur penambahan aditif pada katoda, dan mengatur peletakan pengelasan pada lembaran elektroda. Baterai lithium yang aman telah dibuat dengan menggunakan membran polimer elektrolit mempunyai kapasitas discharge dan retensi kapasitas yang tinggi. Baterai lithium dengan umur pakai panjang telah dapat dibuat dengan menggunakan material anoda LTO (lithium titanate).

Secara teknologi, proses pembuatan baterai lithium ion mulai dari pembuatan bahan baku sampai aplikasi pada peralatan telah bisa dilakukan. Pengembangan kearah komersialisasi menjadi pilihan selanjutnya dengan beberapa pilihan bisnis meliputi start up, lisensi dan juga joint venture.

“Sebagai insan akademis, semoga apa yang telah diperoleh ini dapat menjadi sumbangan bagi ilmu pengetahuan yang akan meningkatkan khasanah keilmuan yang kita miliki. Secara strategis, semoga pengembangan ini menjadi pijakan awal agar bangsa kita merdeka secara teknologi terutama teknologi baterai lithium ion. Secara praktis, baterai lithium ion masih mempunyai banyak kelemahan yang harus dicari solusinya. Kedepan, pencarian kami tidak hanya akan berfokus pada baterai jenis lithium ion ini saja. Kami akan melangkah dalam pengembangan baterai-baterai jenis lain seperti baterai sodium, aluminum, sulfur atau jenis lain yang secara teknologi mempunyai prospek yang baik. Dengan berpegang pada kemandirian teknologi, penggunaan material dan bahan baku yang tersedia melimpah di Indonesia menjadi prioritas kami. Menuju kemandirian dibidang baterai yang merupakan sumber energi untuk inovasi di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Diliputi Wajah Sedih, Keluarga 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Plupuh Sragen Terima Santunan Rp 150 Juta dari Jasa Raharja

Sedangkan, Prof. Dr. Asrowi, M.Pd yang merupakan Guru Besar ke-64 FKIP dan ke-218 UNS akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Konseling Spiritual Sebagai Alternatif Penguatan Karakter Era 5.0
di Bidang Pendidikan.

Kemajuan ilmu dan Teknologi era 4.0 dan era Society 5.0 harus dibarengi kekuatan spiritual keagamaan agar kehidupan tidak terpisah dengan nilai karakter. Secara umum spiritual karakter era Society 5.0 dilakukan dengan tujuan untuk memfasilitasi dan meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan kesadaran beragama, kesadaran teknologi tanpa mengurangi kesempurnaan hidup sejati, yaitu manusia yang cerdas berkarakter, sehingga mampu mencapai kehidupan yang bermakna dunia akherat.

Ada 4 tujuan konseling spiritual karakter, pertama, Meaning of Live, yaitu orang harus mampu mencapai kebermaknaan hidup, yaitu hubungan manuasia dengan tuhan dan hubungan manusia dengan manusia. Kedua Instrinsik Value (Nilai Internal), yakni manusia secara naluriah dituntut kebahagiaan dan nilai-nilai moral yang harus dipertimbangkan. Ketiga Transedental, yaitu tingkatan ibadah kepada Allah. Dan keempat Community of Share Value and Support, yaitu setiap naluri mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan, karena setiap manusia diberi sifat-sifat Tuhan sebagai sarana untuk membangun karakter manusia melalui pendidikan (konseling Spiritual).

“Artinya, dampaknya era Society 5.0 saat ini semakin keras. Orang semakin malas, depresi semakin tinggi karena tidak bisa mengikuti perkembangan era Society 5.0 saat ini. Maka dengan ini, Konseling Spiritual untuk membantu dan menghidupkan mengembalikan krisis religius, melatih kepekaan batin dan iman seseorang menuju karakter yang sehat serta perilaku yang aman. Keberadaan Spiritual Konseling untuk menata masa depan hidupnya supaya mempunyai arti, baik dunia dan akhirat,” ujar Prof. Asrowi. Prihatsari