JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Usulan Orang Kaya Nikahi Orang Miskin, Sandiaga: Terlalu Masuk ke Ranah Privat

Cawapres no urut 2, Sandiaga Uno menunjukkan amplop sumbangan dari jemaat di Kuwungsari, Sragen Minggu (30/12/2018). Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usulan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy agar orang kaya menikahi orang miskin untuk menekan kemiskinan dinilai terlalu absurd.

Bahkan, mantan calon wakil presiden, Sandiaga Uno sempat tertawa lepas mendengar usulan tersebut.

“Hahahahaha, jodoh itu bukannya di tangan Allah? Tapi ini menarik memang ada yang mengapresiasi. Ini kan terobosan,” kata Sandi di Rumah Siap Kerja, Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Sandiaga lalu menjelaskan soal jodoh dan kemiskinan.  Dia menerangkan bahwa jodoh seseorang tidak akan tertukar. Di sisi lain, pemerintah ingin memberantas kemiskinan.

Baca Juga :  Insentif Untuk Sektor Pariwisata Masih Menunggu Uji Klinis Vaksin Covid-19

Dia berpendapat rasa empati kepada kaum miskin bisa diwujudkan dalam bentuk apapun. Sandiaga mencontohkan, si kaya menyumbang kepada si miskin dengan mendirikan kegiatan filantropi.

“Untuk mengawinkan antara si kaya dan si miskin ini saya rasa pemerintah terlalu jauh masuk ke ranah privat,” ujarnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI tersebut malah berpendapat usulan Menteri Muhadjir tadi termasuk salah satu inovasi.

Tetapi, urusan mengawinkan orang kaya dan miskin terlalu privat dan harus dikembalikan kepada masing-masing individu.

Baca Juga :  Anies: PSBB Total di DKI Jakarta Karena Wabah Covid-19 Sudah Berbeda

Menteri Muhadjir mengusulkan kepada Menteri Agama Fachrul Razi agar menerbitkan fatwa tentang pernikahan antartingkat ekonomi.

Menurut dia hal ini bisa mencegah peningkatan angka kemiskinan.

Muhadjir mengatakan ajaran agama yang kadang-kadang disalahtafsirkan, seperti mencari jodoh yang setara.

“Apa yang terjadi? Orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru. Inilah problem di Indonesia,” tuturnya dalam pidatonya di Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/2/2020) lalu.

Itu sebabnya dia menyarankan Menteri Agama membuat fatwa.

“Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin,” lanjutnya.

www.tempo.co