JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Virus Corona Makin Mengganas, Ratusan Prajurit Kodim Sragen Langsung Dikumpulkan dan Diberi Pengarahan. Ternyata Bisa Menular Lewat Ludah dan Bersin!

Ratusan prajurit dan PNS Kodim Sragen saat dikumpulkan untuk penjelasan virus Corona, Senin (3/2/2020). Foto/Wardoyo
Ratusan prajurit dan PNS Kodim Sragen saat dikumpulkan untuk penjelasan virus Corona, Senin (3/2/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Merebaknya wabah virus corona yang menewaskan ratusan orang di China dan menjangkiti ribuan orang di belasan negara, rupanya juga menjadi atensi dari Kodim Sragen.

Ratusan prajurit langsung dikumpulkan seusai upacara Senin (3/2/2020) untuk diberikan arahan perihal antisipasi virus korona.

Pengarahan dilakukan di aula Makodim dengan menghadirkan pemateri, Letda Ckm drg Willy Prayudisti dari klinik Pratama 25 Sragen.

Mengawali ceramahnya dokter Willy mengatakan bahwa Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia.

Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara.

Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu.

“Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS),” paparnya

Ia menguraikan gejala Virus Corona diantaranya bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat.

Seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu Demam,  Batuk, Sesak napas.

Menurut penelitian, gejala infeksi virus Corona muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah paparan virus Corona.

“Segera ke dokter bila Anda mengalami atau menemukan gejala virus Corona pada orang lain seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari Cina atau negara lain yang positif terinfeksi. Orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona harus segera dirujuk ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat,” terangnya.

Baca Juga :  Razia Malam-Malam, 13 Warga Sragen Tertangkap, 4 Orang Harus Bayar Denda Rp 50.000!

Lebih lanjut, ia menjelaskan seseorang dapat terinfeksi coronavirus melalui berbagai cara. Yaitu tkdak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus Corona,memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena air liur penderita.

Kontak jarak dekat dengan penderita, seperti bersentuhan atau berjabat tangan.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih berisiko menyerang orang tua, serta orang yang sedang sakit atau memiliki kekebalan tubuh lemah.

Guna memastikan diagnosis virus Corona, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti Uji sampel darah, Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak, Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru.

Pengobatan Virus Corona Infeksi virus Corona belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya, yaitu memberikan obat pereda demam dan nyeri.

Kemudian menganjurkan penderita untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan, penderita untuk istirahat yang cukup dan jangan keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus, menganjurkan dan mengharuskan penderita untuk minum banyak air putih guna menjaga kadar cairan tubuh.

Pencegahan Virus Corona sampai saat ini, lanjutnya, memang belum ada vaksin untuk mencegah virus Corona. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Terutama bila beraktivitas di tempat umum, rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan dan hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar.

Baca Juga :  Meninggal Terpapar Covid-19, Ustadz Muda Sragen, Habib MA Tinggalkan Satu Istri dan 4 Anak. Dikenal Baik dan Sosok Cerdas

Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya, pastikan Anda memasak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.

Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan. Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Untuk seseorang yang diduga terinfeksi virus Corona ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus tidak menular ke orang lain.

Di antaranya jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu.

Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.

“Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain, gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu buang tisu ke tempat sampah,” terangnya.

Selain sosialisasi penyakit pneumonia virus Corona para prajurit juga mendapat pengetahuan tentang pengetahuan penyakit jantung koroner.

Kasdim 0725/Sragen, Mayor Inf Wijiono mengatakan sengaja mengundang Dokter dari klinik kesehatan  untuk memberikan bekal pengetahuan kepada para prajurit Kodim.

“Sengaja kita Datangkan ahli kesehatan dari Klinik Pratama 25 Sragen untuk memberikan pengetahuan kepada prajurit tentang virus Corona meliputi cara mendeteksi, mencegah, mengobati dan cara penularan,” Kata Kasdim.

Kasdim berharap dengan kegiatan ini prajurit bisa menyerap pengetahuan tentang virus Corona untuk di bagikan kepada keluarga, tetangga dan warga binaanya terutama Babinsa. Wardoyo