loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di antara 689 anggota ISIS eks WNI yang berada di wilayah Timur Tengah, diketahui sebanyak 200 orang teridentifikasi memiliki paspor.

Demikian diketakan oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly. Dikatakan Yasonna, pemerintah sejauh ini masih melakukan pendataan terhadap 689 anggota ISIS eks WNI yang berada di wilayah Timur Tengah tersebut.

“Masih di asses (assesment-red). Jadi data sebetulnya itu ada nama-namanya belum terverifikasi semua. Yang terverifikasi baru sekitar 200-an (memiliki paspor),” kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca Juga :  UPDATE Kasus Corona di Indonesia, Positif 893 Pasien, Meninggal 78 Orang, Sembuh 35 Orang

Namun, Yasonna tidak merinci apakah dari jumlah tersebut sudah termasuk anak-anak yatim piatu atau tidak.

“Dia sudah jelas punya paspor punya nama. Ya kita tangkal. Ya itu sekarang sudah ada tim mau ke sana, biar nanti dapat datanya dulu lah,” ucap Yasonna.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta kementerian atau lembaga terkait melakukan identifikasi dan verifikasi kepada 689 orang yang sebagian besar berada di Suriah tersebut.

Proses identifikasi diperlukan agar mereka bisa dicegah dan tangkal masuk ke Indonesia.

“Saya perintahkan agar itu diidentifikasi satu per satu 689 orang yang ada di sana. Nama dan siapa berasal darimana sehingga data itu komplit. Sehingga cegah dan tangkal bisa dilakukan di sini kalau data itu dimasukkan ke imigrasi. Tegas ini saya sampaikan,” kata Jokowi di Istana Negara, Rabu, (12/2/2020).

www.tribunnews.com