JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

8 Warga Sragen Dirawat di Ruang Isolasi Corona RSUD dengan Status Pasien Dalam Pengawasan. Jumlah PP dan ODP Hari Ini 250 Orang!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wabup dan Sekda di sela penyemprotan desinfektan massal di Alun-alun Sragen, Sabtu (21/3/2020). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG20200321083318 816x612 1
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wabup dan Sekda di sela penyemprotan desinfektan massal di Alun-alun Sragen, Sabtu (21/3/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak delapan warga Sragen dirawat di ruang isolasi dua RSUD yakni RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSUD Dr Soeratno Gemolong.

Mereka dirawat dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) terkait corona virus setelah terdeteksi pulang dari negara terkonfirmasi kasus Covid-19 atau corona virus.

Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati disela kegiatan penyemprotan desinfektan ke sejumlah fasilitas umum di Sragen, Sabtu (21/3/2020).

Ia mengatakan sampai hari ini, status
Kabupaten Sragen masih dalam keadaan kewaspadaan dan kedaruratan corona virus. Belum ditemukan warga atau pasien yang positif corona atau covid-19.

Namun sempat ada 8 warga yang dirawat di ruang isolasi 2 RSUD di Sragen dengan status PDP corona virus. Mereka dirawat sejak beberapa hari lalu, namun tidak ada yang meningkat statusnya menjadi positif atau dirujuk ke RSUD Moewardi Solo.

“Hari ini yang dirawat di ruang isolasi RSUD Soehadi Sragen ada dua. Dua orang lagi di RSUD Soeratno Gemolong. Jadi total ada empat orang, mereka itu masuk yang delapan PDP kemarin,” paparnya didampingi Wabup, Sekda dan Kepala DKK Sragen, Hargiyanto.

Baca Juga :  Perhatian, Izin Nikah Bawah Umur di Sragen Kini Makin Diperketat. Batas Minimal Umur Pengantin Wanita Dinaikkan, Hamil Duluan Nggak Serta Merta Dikasih Dispensasi!

Meski sempat dirawat di ruang isolasi, Bupati memastikan kondisi mereka sudah berangsur membaik. Dari hasil pemeriksaan, diagnose mereka tidak mengarah pada corona virus.

Untuk pasien di RSUD Sragen, Dirut RSUD Didik Haryanto menyebut dua pasien yang diisolasi terdiagnose dengue fever dan influenza like illness (ILI).

Sedangkan untuk dua pasien di RSUD Gemolong, Kepala DKK Hargiyanto menyampaikan keduanya juga terdiagnose bronkitis dan ISPA.

“Alhamdulillah, dari delapan yang kemarin dirawat diisolasi dan hari ini tinggal empat. Dan empat orang itu semuanya sudah bisa dipulangkan hari ini,” terang Yuni.

Sementara, untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan Pelaku Perjalanan (PP), kembali meningkat menjadi 250 orang. Sehari sebelumnya dilaporkan hanya 222 orang berstatus ODP dan hari ini sudah bertambah jadi 250 orang.

Menurut Bupati, banyaknya jumlah PP dan ODP itu dikarenakan adanya regulasi baru dari lemerintah terkait istilah baru yaitu PP atau pelaku perjalanan yang bisa dimasukkan ODP.

Baca Juga :  Konflik Segitiga Gegara Tanah Secuil 33 Sentimeter Bikin 4 Tahun Tak Rukun di Kedawung Sragen. Kecewa Sikap Suparmi, Kades Tegaskan Batas dan Gambar Sertifikatnya Sudah Pas!

“Pelaku perjalanan itu adalah orang-orang yang masuk ke Sragen dan mereka baru saja datang dari daerah-daerah yang juga ada covid-19 atau pun dari luar negeri. Semuanya masuk kategori PP. Kalau orang hajatan dimasukkan, ya jumlah ODP-nya bisa ribuan,” timpal Ketua Satgas Penanganan Corona Sragen sekaligus Sekda Sragen, Tatag Prabawanto.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan para pelaku perjalanan tetap diminta mengisolasi diri sendiri di rumah masing-masing.

Status mereka bisa meningkat menjadi ODP jika kemudian disertai dengan gejala-gejala seperti batuk pilek, kesulitan menelan dan juga demam.

Kemudian dari ODP akan bisa menjadi PDP jika ternyata hasil laboratorium dan rontgen mengarah pada corona.

“Kami masih awasi terus. Dan terima kasih atas kewaspadaan warga sehingga apabila ada rasa tidak nyaman sendiri, batuk, pilek dan sebagiannya mereka sudah sadar diri untuk mengisolasi di rumah. Bila membutuhkan pertolongan lebih lanjut koordinasi dengan rumah sakit,” tuturnya. Wardoyo