JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Antisipasi Corona, 2 Mantan TKI Asal Tanon dan Sragen Diisolasi 14 Hari Tak Boleh Kontak Dengan Lingkungan Luar. DKK Sebut Aliran Kepulangan TKI Bakal Bertambah!

Ilustrasi aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina / reuters / tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

909441 720
Ilustrasi aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina / reuters / tempo.co

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen memastikan dua orang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kecamatan Tanon dan Sragen harus menjalani isolasi selama 14 hari.

Mantan TKI yang terdeteksi baru pulang dari Korea dan Jepang itu, diisolasi dan tidak diperbolehkan kontak dengan lingkungan terlebih dahulu. Masa isolasi berlaku selama 14 hari.

“Mereka diisolasi di rumah masing-masing. Isolasinya selama 14 hari nggak boleh kontak dengan lingkungan luar dulu. Ini hanya untuk antisipasi,” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, Jumat (6/3/2020).

Baca Juga :  Truk Tangki Tetes Tebu Terguling Masuk Sawah di Tanon Sragen, Muatannya Tumpah dan Ramai-Ramai Jadi Rayahan Warga

Hargiyanto menguraikan kedua mantan TKI itu diisolasi sebagai langkah antisipasi terkait merebaknya corona virus. Secara kondisi, keduanya sebenarnya stabil dan dinyatakan sehat oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Menurutnya, sesuai protap, semua TKI dan WNI yang pulang dari negara asing, juga sudah dicek terlebih dahulu di negara mereka bertolak. Kedua mantan TKI itu juga sudah dinyatakan sehat melalui surat.

“Kalau sudah melewati masa isolasi 14 hari dan tidak ada apa-apa, baru mereka boleh berinteraksi. Kalau kondisinya sementara sehat dan stabil,” terang Hargiyanto.

Baca Juga :  Innalillahi, 2 Warga Sragen Kota dan Bandung Ngrampal Dilaporkan Meninggal Dunia. Total Sudah 117 Warga Meninggal

Ia menambahkan prosedur isolasi itu memang diberlakukan bagi semua WNI atau WNA yang baru datang dari luar negeri. Ia memastikan sejauh ini, belum ada indikasi warga Sragen yang terpapar corona virus.

Namun mengingat banyak warga Sragen yang bekerja sebagai TKI, dimungkinkan ke depan akan makin banyak yang pulang karena kontraknya habis. Pihaknya sudah mengantisipasi untuk meningkatkan pantauan dan pengawasan terhadap mantan TKI yang baru pulang dari luar negeri. Wardoyo