loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara terkait empon-empon yang dipercaya bisa tangkal virus corona. Rempah yang terdiri dari jahe, kunyit, temulawak, kencur, daun serai, dan sebagainya itu belakangan diserbu konsumen lantaran dipercaya dapat menangkal virus Covid-19.

“Jangan berlebihan mengatakan kalau itu anti corona, saya nggak setuju karena sampai saat ini bahkan teknologi maju pun belum spesifik menemukan obat anti Corona,” kata Dokter spesialis Paru Erlina Burhan di Jakarta, Kamis (6/3/2020).

Dia mengatakan, Corona tergolong virus jenis baru yang ditemukan pada akhir Desember lalu di Wuhan, China. Menurutnya, kalaupun ada obat spesifik anti Corona tentu harus melewati tahapan uji klinis dan lain-lain.

Erlina tidak memungkiri bahwa empon-empon atau rempah-rempat tertentu jika melihat sisi farmatologi tradisional itu mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh. Namun dia mengaku khawatir kalau masyarakat tidak bisa mengolah rempah tersebut untuk menghasilkan molekul yang baik bagi tubuh.

Baca Juga :  Faisal Basri Anggap Negara Ugal-ugalan Kelola Fiskal

Tenaga medis di Rumah Sakit Persahabatan ini mengatakan, masyarakat perlu mendalami lagi pengolahan rempah tersebut. Dia mengatakan, hal itu agar rempah yang diseduh justru tidak menghasilkan oksidan.

Erlina mengatakan, banyak suplemen hasil olahan industri yang berasal atau mengandung rempah di dalamnya. Menurutnya, rempah hasil teknik industri menghasilkan produk yang baik dan menjamin kandungan antioksidan di dalamnya.

“Empon-empon itu kalo memang diolah dengan baik bisa jadi antioksidan tapi saya bukan ahli rempah jadi bagaimana ya,” katanya.

Antioksidan memang mampu mencegah datangnya penyakit. Molekul yang berguna untuk menangkal radikal bebas itu bermanfaat dalam memperkuat daya tahan tubuh.

Baca Juga :  Tim KPK Datang, Lampu Rumah Nurhadi Dimatikan, Pintu Gerbang Pun Dijebol

Sebelumnya beredar kabar bahwa empon-empon dipercaya dapat menangani covid-19. Informasi itu beredar luas di tengah masyarakat melalui grup Whatsapp serta media sosial.

Ketua IDI Daeng Faqih menjelaskan bahwa setiap virus termaduk Covid-19 bersifat self limiting disease. Artinya, virus akan mati dan hilang dengan sendirinya dari dalam tubuh. Dia melanjutkan, sebabnya penting untuk tetap menjaga kesehatan badan.

Faqih menjelaskan, kesehatan badan akan berdampak pada tingkat imunitas tubuh guna melawan segala macam virus. Sebabnya, dia mengatakan, pengobatan bagi penderita virus Corona adalah imunitas tubuh yang harus di jaga supaya bisa melawan virus tersebut.

IDI lantas meminta masyarakat untuk tidak panik. Mereka juga mengimbau warga untuk tidak gegabah dalam membeli perlengkapan kesehatan semisal masket, hand sanitizer hingga obat-obatan tertentu.

www.republika.co.id