JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tak Hanya Masker, Harga Gula Pasir di Karanganyar Juga Ikut-Ikutan Meroket Sampai Rp 17.000 Perkilo. Dampak Corona Virus Juga?

Pedagang sembako sedang menimbang gula pasir. Foto/Wardoyo

loading...
Pedagang sembako sedang menimbang gula pasir. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Harga gula pasir di sejumlah pasar tradisonal yang berada di Karanganyar, mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Saat ini, harga gula pasir menembus harga Rp 17.000 per kilogram atau naik Rp 3.000 dari harga sebelumnya. Kenaikan harga gula ini di pasaran terjadi sejak sepekan terakhir.

Yanti (34) salah satu pedagang pasar Jungke Karanganyar Kota mengungkapkan, kenaikan harga gula yag cukup tinggi ini, terjadi sejak sepekan terakhir.

Menurutnya, sebelum mengalami kenaikan, harga gula hanya dikisaran angka Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilogram. Namun harga gula ini terus mengalami kenaikan hingga di harga Rp 17.000 per kilogram.

Baca Juga :  Tawangmangu Macet Luar Biasa, Banyak Pengendara Tanpa Masker. Warga Kecewa: Kami Ingin Sehat!

Kenaikan harga gula ini juga sempat dikeluhkan oleh para konsumen.

“Saya tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga gula ini. Kalau soal pasokan sih lancar, tapi ya itu mas, harganya tinggi, dan kenaikan ini juga dikeluhkan pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala seksi (Kasi) Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi UMK, Karanganyar, Eko Supriyadi, mengakui jika terjadi kenaikan harga gula pasir dalam sepekan terkahir.

Baca Juga :  Banyak Restoran dan Hotel di Karanganyar Tutup Dampak Pandemi Covid-19, Pemkab Beri Keringanan Denda Pajak. Pajak Bumi dan Bangunan Juga Dilonggarkan 2 Bulan

Hanya saja, kenaikan harga menurutnya bervariasi di masing-masing pasar tradisional.

Seperti di pasar Tawangmangu, harga gula pasir berada di angka Rp 16.000 per kilogram, pasar Jambangan Rp 16.000, di Pasar Palur Rp 16000, Pasar Jatipuro Rp16000. Harga tertinggi di pasar Jungke Karanganyar Kota yang mencapai Rp17.000 per kilogram.

“Kenaikan ini kemungkinan karena mendekati bulan puasa, dimana permintaan gula cukup tinggi. Terhadap kenaikan ini, kita belum perlu melakukan operasi pasar,” kata dia. Wardoyo