JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Cerita Perayaan Nyepi Umat Hindu Lereng Lawu Karanganyar di Tengah Waspada Corona Virus. Pura Pun Tak Ada Umat Bermeditasi, Tapi Umat Agama Lain Junjung Toleransi

Ilustrasi Nyepi. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

catur bratha penyepian di pure aditia jaya 20190307 191324
Ilustrasi Nyepi. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu Dusun Jlono Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, berlangsung makin sepi di tengah wabah corona virus yang melanda saat ini.

Sepertiga warga di dusun itu tetap menggelar hari raya Nyepi dengan khidmat. Pantauan di lapangan, tak banyak aktivitas warga di kampung maupun di sekitar pekarangan rumah warga.

Jalanan di dusun terlihat lengang saat perayaan Nyepi, Rabu (25/3/2020).Sebagian besar pintu dan jendela rumah warga tertutup rapat. Tak hanya di rumah warga, situasi serupa juga menghiasi Pura Jonggol Santi Loka yang berada di Dusun Jlono.

Jika sebelumnya, tempat ibadah itu selalu dipakai umat Hindu setempat untuk bermeditasi, kali ini pemandangan itu tak lagi ditemui.

Baca Juga :  Perhatian, Malam Tahun Baru Bupati Karanganyar Larang Semua Bentuk Perayaan dan Kerumunan. Sebut Kasus Covid Makin Liar, Semua Lokasi Wisata Bakal Ditutup!

Sama sekali tidak terlihat umat Hindu yang bermeditasi di pura tersebut. Hanya terlihat seekor anjing yang berjaga di dalam pura.

Ketua RW 015 Dukuh Jlono, Cipto Suwarso kepada wartawan mengungkapkan di dusunnya terdapat 70 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari sekitar 180 jiwa.

Dari jumlah itu, sepertiganya memeluk agama Hindu dan sisanya menganut agama Kristen dan Islam.

Meski berbeda agama, umat dan warga di lingkungan dusunnya sangat menjunjung toleransi.

“Di sini kalau Nyepi, pemeluk Islam dan Kristen juga menghormati warga lainnya yang sedang menjalankan ibadah nyepi,” paparnya.

Baca Juga :  Nasib Pilu Kasini, Ditinggal Pergi Siang Hari, Rumahnya Malah Ambruk Diterjang Angin Puting Beliung

Demi menjaga situasi dan keamanan selama perayaan Nyepi, para warga lain agama juga rutin melakukan ronda di setiap rumah warga yang menjalankan ibadah Nyepi dan jalan akses masuk kampung.

Terkait perayaan Nyepi tahun ini yang bersamaan dengan situasi darurat corona, Suwarso menyampaikan hal itu tak berpengaruh. Namun warga yang merayakannya memilih menjalankan ibadah di rumah masing-masing.

Pihak desa juga telah memberikan penyuluhan kepada warga untuk menjaga jarak, menghindari adanya kerumunan orang dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Semua itu dilakukan dalam upaya mencegah potensi penyebaran virus corona. Wardoyo