JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Corona Merebak, Sekretaris FPD Sragen Desak Pemkab Sediakan Antiseptik Hingga Ponpes, Pemilik Hajatan Juga Diminta Menyediakan. Sosialisasi Diharapkan Menyentuh Sampai Tingkat RT

Mualim Sugiyono. Foto/Wardoyo

IMG 20200320 WA0035
Mualim Sugiyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Merebaknya kasus corona virus di beberapa daerah dan adanya kasus meninggal di Solo dan Wonogiri, membuat Fraksi Demokrat DPRD Sragen angkat bicara.

Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Sragen, Mualim Sugiyono mendesak Pemkab segera bertindak cepat dengan memenuhi peralatan pencegahan seperti antiseptik di semua sekolah, instansi hingga Ponpes.

Selain itu, upaya penekanan virus dengan penyemprotan desinfektan juga diminta sesegera mungkin dilakukan secara massif. Termasuk di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) yang banyak dihuni santri-santri.

“Karena tadi pagi saya banyak dilapori kalau Ponpes-ponpes belum ada penyemprotan desinfektan. Makanya kami minta secepatnya ketika sudah ada bahan dan alatnya, harus segera dilakukan. Karena penyebaran virus corona sangat cepat sehingga dibutuhkan kecepatan penanganan pencegahan pula,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (20/3/2020).

Mewakili pengurus DPC dan Fraksi Demokrat, Mualim mengapresiasi langkah Pemkab membentuk gugus pencegahan Corona. Namun ia sangat berharap Dinas Kesehatan dan tim Pemkab lebih gencar melakukan sosialisasi kewaspadaan corona sampai tataran bawah.

Menurutnya, sosialisasi harus dilakukan secara massif sampai pada tataan tingkat RT. Bahkan untuk lokasi tempat berkumpulnya warga atau kerumunan, seperti di lokasi hajatan, diminta pemilik hajatan bisa menyediakan antiseptik.

Baca Juga :  Diswab DKK Positif Tapi Swab Mandiri di Luar Berubah Jadi Negatif, Anggota KPPS di Sragen Protes Merasa Dicovidkan. Sempat Menolak Dijemput Petugas Untuk Isolasi Mandiri!

“Penanggulangan terhadap virus corona harus ditangani secara maksimal. Penyemprotan dan bantuan antiseptik tida hanya difokuskan terhadap sekolahan. Akan tetapi juga di seluruh pondok pesantren dan madrasah diniyah. Kalau perlu di setiap tempat orang hajatan juga disediakan. Lebih baik mengantisipasi maksimal daripada kemudian terlambat dan berakibat fatal,” tukasnya.

Ia menambahkan Pemkab harus bisa menganggarkan biaya yang cukup sesuai kebutuhan masyarakat. Jika sekiranya dana penanganan di dinas masih kurang, harus ada kebijakan mengalokasikan anggaran.

Sehingga penanggulangan virus dan penyediaan prasarana tersebut betul-betul bisa sampai di seluruh lapisan masyarakat.

“Satu lagi, kami mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih sehat. Konsumsi makanan tradisional, ramuan jamu jawa, olahraga dan menjaga kebersihan dengan cuci tangan,” tandas Wakil Ketua DPC Demokrat itu.

Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan Pemkab telah menghabiskan dana hingga Rp 1,6 miliar untuk menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Baca Juga :  Innalillahi, Mahasiswi Korban Kecelakaan Maut Dipenggal Bus EKA Ugal-Ugalan di Terminal Lama Sragen Akhirnya Meninggal Dunia. Sopir Bus Langsung Diperiksa, Bakal Jadi  Tersangka?

Jumlah tersebut sudah melebihi separuh dari total anggaran cadangan pemkab yang dialokasikan khusus untuk penanganan Corona sebesar Rp 3 miliar.

“Jadi untuk penanganan Corona, kita tidak perlu menggeser anggaran. Kita menggunakan dana cadangan yang kita miliki. Kita punya dana cadangan Rp 3 miliar, untuk tahap pertama ini kita sudah belanjakan Rp 1,6 miliar,” ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, usai mengikuti rakor pencegahan Corona di aula Sukowati, kompleks Sekretariat Daerah Sragen, Jumat (20/3/2020).

Bupati yang akrab dipanggil Yuni ini mengatakan, dana sebesar Rp 1,6 miliar tersebut digunakan untuk belanja berbagai barang terkait pencegahan penyebaran virus Corona.

Di antaranya disinfektan, hand sanitizer, masker, termometer serta pemindai suhu. Pemkab sendiri akan membagikan hand sanitizer ke masyarakat, sebagai salah satu kampanye pencegahan Corona.

“Hand sanitizer akan dibagikan ke masyarakat. Memang tidak akan cukup tapi ini setidaknya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat, ayo sama- sama, mereka juga harus bisa mandiri buat. Kita kasih contoh,” terang Yuni. Wardoyo