JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dekati Golkar, PKS Klaim Dapat Restu Agus Untuk Lawan Yuni di Pilkada Sragen

Bupati Yuni saat memberikan keterangan pers usai menyambangi pengurus DPD PKS soal rekomendasi DPP PDIP, Selasa (3/3/2020) malam. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20200304 WA0000
Bupati Yuni saat memberikan keterangan pers usai menyambangi pengurus DPD PKS soal rekomendasi DPP PDIP, Selasa (3/3/2020) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Menyusul rekomendasi PDIP yang menceraikan kadernya Dedy Endriyatno dengan Bupati Yuni, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sragen mulai menebar jaring komunikasi dengan partai-partai politik lain menjelang Pilkada Sragen 2020.

Salah satunya, dengan mulai mendekati Partai Golkar yang hingga kini diketahui belum memutuskan sikap. Upaya itu dilakukan melalui lawatan Ketua DPD PKS Sragen, Idris Burhanudin saat menyambangi salah satu pentolan DPD Golkar Sragen, Agus Fatchur Rahman.

Berdasarkan rilis yang dikirim Humas PKS Sragen kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Ketua DPD PKS menyambangi Agus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen, Sabtu (7/3/2020) siang.

Dalam lawatan sekitar 30 menit itu, Idris menjenguk mantan Bupati Sragen tersebut dengan didampingi oleh Ketua Bidang Humas DPD PKS Sragen, Rudi Wahyono.

Rudi mengatakan bahwa kunjungan itu sudah direncanakan jauh-jauh hari oleh DPD PKS. Namun baru bisa terlaksana kemarin.

Menurutnya, langkah itu dilakukan sebagai bagian dari kerja DPD untuk meminta masukan dan saran dari berbagai kalangan seperti tokoh agama, tokoh politik, pengusaha dan ormas di Kabupaten Sragen terkait Pilkada Sragen 2020.

Baca Juga :  Sudah 12 Petani Tewas, 40 Penembak Langsung Diterjunkan Operasi Malam-Malam di Persawahan Karangmalang Sragen. Hasilnya, 600 Ekor Tikus Ditembak Mati Hanya Hitungan 3 Jam

“Kami sudah berkomunikasi dan meminta saran ke beberapa tokoh. Diantaranya Muhammadiyah, NU, MTA, Pak Sariman (pengusaha), Pak Agus, Pak Hadi (tokoh Politik) dan lainnya,” papar Rudi.

Ia menguraikan pertemuan Idris dengan Agus Fatchur Rahman diawali dengan menanyakan kabar masing-masing. Kemudian Agus menceritakan kisah perjalanan hidupnya semasa menjalani kehidupan di penjara.

“Beliau menyampaikan lebih mudah untuk mengkhatamkan Alquran.Rumangsaku luwih cepet ngatamke Al Quran,” ujarnya menirukan apa yang disampaikan Agus saat itu.

Terkait Pilkada, Rudi menyebut sebenarnya ada kans Agus untuk berpartisipasi langsung dalam kancah politik. Akan tetapi setelah turun peraturan dari MK bulan Desember 2019, hal itu seolah mengubur harapannya untuk kembali maju sampai 2025.

“Beliau bilang di Pilkada 2020 ini, PKS diminta untuk melawan Yuni, baik langsung atau tidak,” lanjutnya.

Hal itu juga senada dengan apa yang disampaikan Ketua DPD PKS, Idris soal gagasan membentuk poros baru untuk menghadapi petahana di Pilkada Sragen.

Baca Juga :  Fenomena Pilkada Calon Tunggal, Anggota DPR RI Ini Beber Kerugian-Kerugian Jika Masyarakat Pilih Kotak Kosong. Dari Kehilangan APBD Hingga Pembangunan Terhambat!

“Komunikasi akan dilanjut, setelah Pak Agus bebas pada Selasa (10/3/2020) besok. Akan tetapi belum ada kesepakatan kapan akan ketemu lagi,” katanya.

Ditambahkan Idris, sejauh ini PKS masih terus mengkaji dan menindaklanjuti beberapa personal yang ingin mengajak komunikasi. Baik dengan partai atau langsung dengan Dedy Endriyatno.

Di sisi lain, dua parpol yakni PAN dan Demokrat sudah memastikan memantapkan pilihan akan mendukung petahana, Bupati Yuni yang sudah direkomendasi berduet dengan Suroto dari PKB.

Sementara dua partai lain yang punya kursi cukup signifikan, Gerindra dan Golkar, hingga kini masih menunggu keputusan DPP dan menyatakan masih mengintensifkan komunikasi politik.

“Dalam dunia politik, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Komunikasi dengan semua partai masih terus kami lakukan. Nanti endingnya bagaimana, kami menunggu dari DPP,” terang Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro kepada JOGLOSEMARNEWS.COM . Wardoyo