JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kecewa Ditinggal Yuni, PKS Sragen Tegaskan Siapkan Poros Baru di Pilkada. Ingatkan Yuni Berhati-Hati!

Kunjungan Bupati Yuni di kantor DPD PKS Sragen untuk menjelaskan rekomendasi Pilkada, tadi malam. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20200303 WA0045
Kunjungan Bupati Yuni di kantor DPD PKS Sragen untuk menjelaskan rekomendasi Pilkada, tadi malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Jajaran pengurus DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sragen menyatakan menyayangkan sikap Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang meninggalkan Dedy Endriyatno untuk berduet dengan Suroto di Pilkada 2020.

Selain menyayangkan, partai itu juga memastikan akan menyiapkan poros baru untuk maju di Pilkada mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua DPD PKS Kabupaten Sragen, Udris Burhanuddin menerima kedatangan Yuni yang menyambangi kantor PKS, Selasa (3/3/2020) malam.

Idris mengatakan ada beberapa sikap dan poin yang dihasilkan dari pertemuan antara DPTD (dewan pimpinan tingkat daerah) PKS Sragen, Fraksi PKS dengan Yuni, di kantor DPD PKS tadi malam.

Di antaranya, ia menyampaikan bahwa pertemuan itu merupakan pertemuan biasa dan sudah beberapa kali berjalan di kantor PKS.

Menurutnya hasil pertemuan itu juga membahas bahwa saat ini posisi Dedy Endriyatno masih menjadi Wakil Bupati dari Yuni. Ia menggaransi Dedy akan berkomitmen menyelesaikan sisa masa pemerintahan dengan kontribusi terbaik dan tetap guyup rukun.

“Pertemuan malam ini seperti yang pernah kami sampaikan beberapa waktu lalu, bahwa DPD PKS akan mengkonfirmasi Mbak Yuni secara langsung  terkait pasangan dalam pilkada 2020, pasca turun rekomendasi. Dan malam ini, PKS meminta penjelasan secara langsung dari Mbak Yuni,” terang Idris.

Baca Juga :  Kisah Satu Keluarga Besar asal Plupuh Sragen dari Kakek Hingga Cucu Harus Kosongkan Rumah Setelah Semuanya Positif Terpapar Covid-19. Sempat 3 Hari Isolasi Mandiri, Bermula dari Hajatan di Jakarta

Terkait hasil rekomendasi PDIP bahwa Dedy tidak lagi bersama dengan Yuni di Pilkada 2020, PKS mengaku menyayangkan kondisi itu. Meski demikian, menurutnya hal itu merupakan dinamika yang biasa dalam politik.

“Biar masyarakat yang menilai,” katanya

Dalam kesempatan itu, PKS juga memastikan dalam pilkada 2020, akan terus melangkah membuat poros baru. Mereka berharap bisa berkompetisi secara sehat dan baik.

Menurut Idris, hal itu merupakan penting dalam kedewasaan berpolitik dan edukasi politik bagi masyarakat.

“DNA PKS adalah Setia. Dan PKS sudah membuktikan. Kepada Mbak Yuni agar berhati-hati dan profesional, agar tidak tersandung kasus seperti yang lain,” tukasnya.

Dalam kunjungan tadi malam, Yuni datang sekitar pukul 19.30 WIB disambut jajaran pengurus DPD, Fraksi PKS dan dewan pimpinan tingkat daerah (DPTD) PKS.

Baca Juga :  4 Warga Sragen Digigit Ular Berbisa, Waspada Ini Tempat-Tempat di Rumah Yang Biasa Jadi Persembunyian Ular Berbisa!

“Kedatangan saya kemari untuk memenuhi undangan yang disampaikan teman-teman PKS yang sempat tertunda beberapa kali. Tapi sebenarnya pertemuan ini tidak hanya PKS yang menginginkan, saya secara pribadi juga ingin agar bisa saling nemberikan penjelasan atau tabayun,” kata Yuni.

Menurutnya, pertemuan malam itu diisi diskusi panjang lebar. Bahwa intinya ia menjelaskan kepada PKS terkait rekomendasi DPP PDIP yang keluarnya tidak Yuni-Dedy lagi namun Yuni-Suroto.

“Saya jelaskan dari A sampai Z, akhirnya penjelasan itu bisa diterima, sehingga teman-teman PKS bisa ambil sikap. Saya berharap tetap seduluran tetap terjaga. Komitmen bersama sampai Mei 2021 harus saya jaga, Mas Dedy juga harus menjaga. Setelah itu silakan ditanyakannke PKS sikap yang akan diambil PKS,” terang Yuni.

Ia berharap paseduluran, kekancan dan persahabatan tetap dijaga selamanya alias sak lawase. Tidak terpengaruh dengan hiruk pikuk politik meski dirinya tak lagi dipasangkan dengan kader PKS di Pilkada 2020. Wardoyo