JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Mau Nekat Studi Tour Saat Corona, Walikota Solo Minta Buat Surat Pernyataan. “Kalau Terjadi Apa-apa, Orangtua Tanggungjawab!”


loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan sudah meminta petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada semua siswa SMPN 16 Surakarta yang pulang study tour dari Bali dan dilaporkan mengalami gejala demam.

Ia kembali menegaskan dan meminta sejak ditetapkannya status KLB virus corona, semua kegiatan study tour untuk ditunda.

Namun, untuk kasus di SMPN 16 Solo, karena orangtua siswa meminta study tour tetap berangkat, akhirnya mereka diminta untuk membuat pernyataan.

“Isi surat pernyataan itu kalau terjadi apa-apa orangtua bertanggung jawab,” kata Rudy kepada wartawan.

Baca Juga :  Pasien Corona Bertambah, Status KLB di Kota Solo Diperpanjang, Banyak Ortu dan Anak yang Masih Khawatir, Belajar Tetap di Rumah

Sebanyak empat siswa SMPN 16 Solo dilaporkan menunjukkan gejala panas setelah pulang dari study tour di Bali. Saat ini keempat siswa itu dalam pantauan intensif pihak Dinas Kesehatan Kota (DKK) setempat.

Meski belum menunjukkan tanda-tanda mengarah covid-19, keempat siswa itu juga akan dipantau oleh petugas kesehatan dari puskesmas terdekat sesuai domisili masing-masing.

Pemantauan empat siswa itu dibenarkan Kepala DKK Surakarta. Siti Wahyuningsih. Kepada wartawan, ia mengatakan keempat siswa itu memang dilaporkan dalam kondisi badannya panas.

Menurutnya, dimungkinkan kondisi itu terjadi karena kecapekan dan kurang minum setelah menempuh perjalanan jauh.

Baca Juga :  Persis Solo Ingin Kompetisi Lanjut. Jika Tanpa Penonton, Desak Subsidi Ditambah

“Kami positif saja dulu. Mungkin mereka kurang minum atau bisa juga capek karena perjalanan jauh,” papar Siti ditemui di Balai Kota, Rabu (18/3/2020).

Pihaknya sudah meminta kepada keempat siswa untuk istirahat sementara di rumah. Kemudian petugas puskesmas yang memantau kondisi siswa tersebut harus melaporkan ke Puskesmas Ngoresan.

Hal itu dikarenakan SMPN 16 Surakarta berada di wilayah kerja Puskesmas Ngoresan. Siti menguraikan para siswa itu dipantau oleh petugas Puskesmas di wilayah domisili terdekat.

“Tapi nanti pelaporannya tetap di Puskesmas Ngoresan baru ke Dinas Kesehatan,” urainya. Prihatsari/Wardoyo