JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

RS Pertamina Jaya Disulap Jadi Rumah Sakit Khusus Corona

Pekerja memulai pembangunan Rumah Sakit Pertamina Jaya, Jakarta Pusat sebagai rumah sakit khusus penanganan pasien Covid-19, Selasa (17/3/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jika Cina membangun rumah sakit khusus Corona dalam waktu sekitar 10 hari, maka Indonesia mulai merenovasi rumah sakit khusus untuk merawat pasien Corona, yakni rumah sakit Pertamina Jaya di Jakarta Pusat.

Renovasi rumah sakit tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak sejak Jumat (13/3/2020).

“Rumah Sakit Pertamina Jaya akan alih fungsi menjadi rumah sakit khusus penanganan Covid-19,” demikian keterangan petugas bagian Humas RSPJ saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2020).

Saat ini, RSPJ tengah mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk menampung pasien virus corona. Dari pantauan Tempo, sekitar 20 pekerja tampak memenuhi area RSPJ sore ini pukul 17.00 WIB.

Baca Juga :  Merasa Difitnah Soal Duit Sekoper "Caplin", Anak Jusuf Kalla Perkarakan Ferdinand Hutahaean ke Polisi

Ada yang sedang sibuk memasang tenda hijau, ada juga yang tengah beristirahat. Tampak beberapa material bangunan, salah satunya batako. Di sisi agak memojok lahan parkir RSPJ terlihat tumpukan pintu coklat rumah sakit.

Menurut Humas RSPJ, peralihan RSPJ menjadi rumah sakit khusus pasien Covid-19 pertama kali disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir saat mengunjungi rumah sakit itu pada 11 Maret 2020.

Setelah sosialisasi dari Erick, RSPJ berangsur mulai membatasi jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan.

RSPJ tak lagi menerima pasien rawat inap baru sejak 13 Maret. Selanjutnya, RSPJ tak melayani pasien rawat jalan sejak 16 Maret. Tujuannya agar pasien tak bertambah banyak sehingga renovasi RSPJ segera dimulai.

Baca Juga :  Ombudsman Ungkap 5 Temuan Ini Terkait Dugaan Pelanggaran Ekspor Lobster

Keterangan dari Humas bahwa pembangunan RSPJ sebagai rumah sakit khusus penanganan Covid-19 ditargetkan selesai selama tiga pekan.

Pelayanan rumah sakit secara keseluruhan dihentikan sementara terhitung 16 Maret.

“Rumah sakit kami nantinya hanya menerima pasien rujukan Covid-19 khusus, tidak ada pasien umum lagi di sini sementara waktu,” kata petugas Humas tadi.

Hingga kini, pemerintah menyediakan delapan  rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Adapun pasien positif corona, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP) akibat virus ini kian bertambah setiap harinya.

Per hari ini, pasien positif corona di Indonesia mencapai 172 orang. Sementara jumlah yang meninggal tetap lima orang.

www.tempo.co