JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Satu Pasien Korban Virus Corona Kembali Meninggal di Jogja

Ilustrasi virus corona atau Covid-19 / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Satu orang  pasien dalam pengawasan (PDP) pengidap virus Corona atau Covid -19 meninggal saat menjalani perawatan di RS Bethesda Yogyakarta, Sabtu (21/3/2020).

Pasien pria berusia 69 tahun asal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman itu dirawat di rumah sakit sejak 18 Maret dengan keluhan lemas, demam di hari ketiga, disertai batuk.

Hasil laboratorium untuk mengetahui pasti apakah pasien itu positif atau negatif terpapar Covid 19 itu sendiri belum keluar.

Pengiriman spesimen pasien tersebut ke laboratorium sudah dilakukan pada 20 Maret 2020.

Baca Juga :  Muncul 6 Kasus Baru Covid-19 di DIY, Total Menjadi 331 Kasus

“Hasil anamnesa dari rumah sakit, pasien sempat kontak dengan warga negara asing dari New Zealand,” ujar Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, Minggu (22/3/2020) pagi.

Kematian pasien PDP Corona di RS Bethesda Yogya itu praktis menambah daftar kematian pasien kategori PDP di DIY dalam sepekan terakhir.

Pada 18 Maret 2020 lalu, seorang pasien berusia 70 tahun asal Bekasi, Jawa Barat kategori PDP juga meninggal dunia saat dirawat di RSUD Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul.

Baca Juga :  Hari Pertama Buka, Pengunjung Taman Pintar, Yogyakarta Didominasi Anak-anak

Hasil laboratorium pasien PDP Corona di Bantul ini pun belum keluar.

“Sudah kami lakukan setiap hari (untuk pemeriksaan hasil laboratorium). Mungkin karena banyak yang diperiksa (jadi belum keluar hasilnya),” ujar Berty.

RS Bethesda, kata Berty, masih menelusuri kontak pasien yang meninggal itu. Termasuk menelusuri di mana saja pasien melakukan kontak dengan warga negara asing itu, di Yogya atau luar Yogya.

“Saat ini menunggu hasil yang sudah dipersiapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Berty mengatakan, sejak ada laporan pasien itu meninggal, Dinas Kesehatan DIY langsung menginformasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman untuk ditelusuri sembari menunggu hasil laboratorium.

www.tempo.co