loading...
Ilustrasi petugas di Bangsal Anggrek RSUD Sragen saat memeriksa salah satu pasien anak yang terdiagnose DB Rabu (16/1/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merenggut satu korban meninggal di Karanganyar. Selain itu, sebanyak 77 warga juga dinyatakan positif terjangkit.

Satu warga yang meninggal itu terdeteksi berasal dari wilayah Gondangrejo, Karanganyar. Korban diketahui sudah berusia dewasa.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi serangan DBD pada musim pancaroba yang biasanya terjadi pada Maret sampai Mei.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Karanganyar, Katarina Iswati, Rabu (11/3/2020). Ia mengatakan di musim peralihan seperti ini, penyakit DBD memang harus tetap diwaspadai.

Baca Juga :  2 PNS Asal Karanganyar Positif Covid-19 Diduga Tertular dari Lingkungan Kerjanya. 15 Orang Terlacak Sempat Kontak Erat dan Dirapid Test

Sebab saat peralihan musim yang biasanya terjadi pada Maret hingga Mei, menjadi rawan untuk berkembangnya jentik-jentik nyamuk.

“Memang biasanya pada bulan itu riskan. Karena puncak peralihan musim,” paparnya kepada wartawan.

Tak hanya itu, berdasarkan data, angka kasus dari Januari sampai awal Maret 2020, tercatat ada 77 kasus positif DBD di Bumi Intanpari.

“Dari Januari sampai Maret ini total ada 77 Kasus. Kasus meninggal dunia ada satu dari Gondangrejo,” urainya.

Dari 77 kasus itu, mayoritas menyebar di hampir semua wilayah. Dilihat dari tren tahun lalu, kasus DBD tahun ini relatif mengalami penurunan.

Baca Juga :  Sering Bertugas Urus Jenazah Pasien Covid-19, 26 Relawan PMI Hingga Banser Karanganyar Diswab Test. Begini Kesaksian Relawan Yang Memulasara Jenazah Pasien Covid-19 di Jaten

Katarina menyampaikan pada tahun lalu, selama setahun jumlah kasus DBD tercatat mencapai 900 kasus.

Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dengan menggencarkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.

“Mungkin sekarang kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN sudah jauh meningkat. Kalau dulu lebih sering hanya membersihkan kamar mandi dan tempat penampungan air, sekarang wadah penampungan air pada dispenser, kulkas dan pot tanaman juga sudah dibersihkan,” tukasnya. Wardoyo