JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Seorang PDP Corona Terkait Seminar Bogor Meninggal di RSUD dr Moewardi Solo

Ilustrasi staff medis mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) di Ruang Isolasi Infeksi Khusus (RIIK) untuk wabah Virus Corona. Republika.co

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pasien laki-laku berusia 60 tahun yang merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) korona meninggal di RSUD dr Moewardi, Selasa (24/3/2020), sekitar pukul 17.00 WIB. Pasien tersebut diketahui merupakan rombongan peserta seminar di Bogor.

Dengan kematian warga Mojosongo kali ini, maka jumlah pasien meninggal terkait seminar di Bogor sudah 3 orang, 2 merupakan pasien positif dan seorang lagi merupakan Pasien Dalam pengawasan (PDP). Pasien positif corona pertama klaster seminar Bogor yang meninggal dunia dimakamkan di Magetan, kemudian pasien positif corona kedua klaster yang sama meninggal dunia seorang perempuan 49 tahun asal Wonogiri meninggal pada tanggal 18 Maret 2020.

Baca Juga :  Ajak Warga ke TPS, Bawaslu Solo Pastikan Penyelenggara Pilkada Sehat

Lalu pasien PDP corona yang meninggal dunia di klaster Bogor kali ini diketahui merupakan warga Kadipiro.

“Ya benar dia meninggal dunia di RSUD dr Moewardi pukul 17.00 WIB. Kabar duka itu disampaikan langsung istri almarhum bapak T yang ikut di isolasi karena positif covid-19 di rumah sakit,” papar Lurah Mojosongo, Winarso, Rabu (25/3/2020).

Baca Juga :  Bermodal Pistol Mainan dan Ngaku Polisi, Residivis Asal Gilingan Solo Lakukan Pemerasan di Kawasan Monumen Banjarsari

Menurut Winarso, pasien meninggal kali ini merupakan warga Kadipiro dan istrinya merupakan warga Mojosongo.

Hal tersebut dibenarkan Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih. Pasien meninggal dunia tersebut kemudian dimakamkan di salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Solo.

“Diketahui memang PDP yang ini merupakan rombongan klaster seminar di Bogor, Jawa Barat,” imbuhnya. Prihatsari