JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dampak Corona, 175 Siswa SMK Citra Medika Sragen Ujian Sekolah Pakai HP dari Rumah. Tapi Dijamin Gak Akan Bisa Nyontek!

Para siswa kelas XII SMK Citra Medika Sragen saat ujian sekolah via online dari HP di rumah dan kosnya, Rabu (25/3/2020). Foto/Wardoyo

IMG 20200325 131636
Para siswa kelas XII SMK Citra Medika Sragen saat ujian sekolah via online dari HP di rumah dan kosnya, Rabu (25/3/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Wabah corona yang membuat sekolah terpaksa diliburkan, memang membuat sejumlah agenda pendidikan terpaksa ditunda.

Termasuk jadwal ujian sekolah dan ujian nasional yang belakangan dibatalkan. Namun sejumlah sekolah tetap bisa menggelar ujian sekolah karena menjadi prasyarat kelulusan siswa.

Salah satunya SMK Kesehatan Citra Medika Sragen. SMK ini tetap menggelar ujian sekolah bagi siswa kelas XII atau tingkat tiga.

Menariknya, karena imbauan social distancing dan libur sekolah, ujian pun terpaksa digelar di rumah dengan sistem online. Sebanyak 175 siswa tingkat XII di sekolah ini mengikuti ujian dari rumah atau kosnya, dengan HP.

Kepala SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto mengatakan ujian sekolah digelar selama sepekan sejak Senin (23/3/2020) hingga Sabtu besok. Ada 15 mata ujian yang harus diikuti oleh siswa.
Penerapan ujian online terpaksa dilakukan lantaran kebijakan libur dampak corona dan social distancing yang melarang perkumpulan banyak orang.

“Sebenarnya jadwal dari pemerintah, memang ujian sekolahnya minggu ini juga. Tapi karena instruksi Gubernur pembelajaan di rumah dan ujian di rumah serta kondisi diliburkan, pelaksanaannya tergantung sekolah masing-masing. Nah di sekolah kami, kebetulan selama ini sudah terbiasa pakai sistem online sehingga ujian sekolah tetap bisa kita gelar mulai Senin kemarin,” papar Nano kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (25/3/2020).

Baca Juga :  Kerahkan Kader Dukung Yuni-Suroto, Paryono: Kalau Pilih Kotak Kosong, Masyarakat Akan Rugi Sendiri!

Menurutnya, ujian sekolah tetap digelar karena itu merupakan salah satu penentu kelulusan siswa.

Ada tiga syarat, dua lainnya adalah berkepribadian baik dan menyelesaikan seluruh program pembelajaran selama 3 tahun.

Ujian sekolah digelar dengan menggubakan sistem Elektronik Penilaian Akhir Sekolah (Epas). Sistem itu dibangun mirip dengan ujian CPNS dengan waktu yang terbatas.

“Sehingga meski ujiannya di rumah dan tidak ada pengawas, siswa nggak bakalan bisa nyontek. Karena waktunya sangat terbatas dan sudah diperhitungkan. Kalau mau buka catatan atau nyontek dia akan kehabisan waktu sendiri,” terangnya.

Waka Kurikulum, Agung Rokhani menambahkan untuk durasi waktu, memang sudah disesuaikan. Khusus untuk Mapel yang diujikan di UN, seperti Matematika, durasinya 120 menit sedangkan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan mapel kejuruan 90 menit.

Baca Juga :  Kecelakaan Tragis di Terminal Lama Sragen, Bus EKA Ugal-Ugalan Gasak Mahasiswi asal Gondang. Motor Sampai Ringsek, Korban Ditemukan Robek Kepala 5 Sentimeter dan Kesadaran Menurun

Jumlah soal Matematika ada 40 butir sedangkan mapel lainnya 50 soal. Meski tidak berkumpul di sekolah, semua siswa bisa dikoordinir untuk mengikuti ujian secara serentak.

Hal itu tak lepas dari kinerja tim, wali kelas dan admin yang setiap hari selama jadwal ujian selalu kontak dan mengingatkan siswa melalui grup.

“Jadi begitu jadwal ujian dimulai, semua siawa sudah dipastikan standby di HP dan bisa mengakses soal dengan lancar. Kalau ada lokasi rumah yang sinyalnya jelek, kita sarankan nyari ke lokasi yang sinyal baik sehingga nanti akses koneksi bisa lancar. Dan Alhamdulillah sejauh ini, pelaksanaan ujian lancar-lancar dan anak-anak bisa mengerjakan dengan tuntas,” terangnya.

Agung menambahkan soal pun dibuat random sehingga meskipun ada anak yang ujian di lokasi yang sama dan duduk berdampingan, soalnya dipastikan akan beda.

“Jadi meskipun duduke jejer nggak akan bisa contekan karena soalnya diacak seperti CPNS itu. Kalau ada yang kelewatan jadwal, nanti kita ikutkan di ujian susulan,” tandasnya. Wardoyo