JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Serasehan, Bupati Sragen Minta KNPI dan Generasi Muda Jadi Pelopor Perangi Money Politics di Pilkada. “Kita Buat Malu Broker-Broker Politik!”

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Ketua DPD KNPI Sragen, Pratama Yudha dan Sekda Tatag Prabawanto saat hadir dalam serasehan KNPI dengan Bupati di Pendapa Rumdin Bupati, Sabtu (29/2/2020) malam. Foto/Istimewa

loading...
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Ketua DPD KNPI Sragen, Pratama Yudha dan Sekda Tatag Prabawanto saat hadir dalam serasehan KNPI dengan Bupati di Pendapa Rumdin Bupati, Sabtu (29/2/2020) malam. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengajak kalangan generasi muda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk sebisa mungkin berkontribusi positif dalam memajukan daerah.

Termasuk menjelang kontestasi Pilkada Sragen 2020, orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu juga mengajak agar KNPI menjadi pelopor dan mengedukasi masyarakat agar Pilkada bisa berjalan tanpa harus ada embel-embel money politik dan sejenisnya.

Hal itu disampaikan Bupati saat memberikan paparan dalam acara Serasehan Bupati dengan KNPI Sragen di Pendapa Rumdin Bupati, Sabtu (29/2/2020) malam. Bupati hadir didampingi Sekda Sragen, Tatag Prabawanto dan jajaran Kepala Dinas Kesbangpolinmas, Dinas Kominfo dan Dinas Pariwisata.

Dari KNPI, hadir sekitar 200 perwakilan berbagai Ormas muda dan beberapa komunitas mahasiswa maupun pelajar Sragen.

Di hadapan ratusan hadirin, Bupati Yuni mengatakan ongkos politik di Sragen sangatlah tinggi. Budaya money politics yang selama ini mengiringi acapkali event politik digelar, harus perlahan dikikis dan diperangi.

Baca Juga :  289 Warga di Kecamatan Sambirejo Sragen Dirapid Test Covid-19, Hasilnya Satu Orang Dinyatakan Positif. Camat Hingga Kades Juga Ikut Dirapid

Karenanya sebagai generasi muda, elemen KNPI digarapkan punya semangat memperbaiki dan memberikan edukasi politik kepada masyarakat.

“Makanya, kita buat malu broker-broker politik, orang-orang tua sing biasanya pokoke tak pilih tapi kudu enek ngenene. Mari kita budayakan Pilkada yang tanpa embel-embel amplop, tukon es, tek tek, tik tik, tuk tuk, tok tok dan sejenisnya ngono kae,” paparnya.

Ia juga menyampaikan Pemkab siap menyupport semua kegiatan positif elemen pemuda di Sragen. Selama ini, support itu juga sudah diberikan dalam berbagai kegiatan.

Ia berharap generasi muda dan KNPI bisa memberikan sumbangsih pemikiran positif, ide kreatif untuk bagaimana membangun dan memajukan Sragen.

Pratama Yudha Sakti. Foto/Wardoyo

Ketua DPD KNPI Sragen, Pratama Yudha Sakti mengatakan serasehan bersama bupati itu diikuti oleh 24 OKP se-Sragen, dan pimpinan kecamatan (PK) KNPI serta melibatkan unsur-unsur kepemudaan lainnya.

Tujuannya, memberi ruang semua elemen pemuda di Sragen untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi para pemuda sehingga bisa diintegrasikan dengan pemerintah melalui bupati.

Baca Juga :  Diduga Ragu-ragu Saat Menyebrang, Seorang Nenek Asal Masaran Sragen Tertabrak Motor di depan Stadion Manahan Solo

Yudha mengatakan, terkait kondisi menjelang Pilkada, pihaknya menegaskan KNPI tetap menjaga netralitas. Namun sebagai pemuda, KNPI dan semua elemen siap menjadi pelopor bagaimana agar Pilkada Sragen bisa berjalan lancar dan memberi edukasi ke masyarakat tentang demokrasi yang sehat tanpa money politics.

“Apalagi pemilih pemula kan juga banyak. Makanya nanto kami akan terjun ke lapangan memberikan edukasi bagaimana cara memilih pemimpin, mengajak semua mengawal proses Pilkada agar berjalan dengan baik tanpa ada embel-embel money politic. Kita akan menggelorakan bagaimana menjadi pemilih yang cerdas agar Pilkada dan pemimpin yang terpilih juga berkualitas,” tandasnya.

Serasehan semalam digelar meriah dan semarak sejak pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB. Berbagai masukan dan aspirasi mencuat dari perwakilan pemuda maupun KNPI.

Di antaranya harapan pengembangan wisata Sragen hingga harapan KNPI dibuatkan kantor lagi lantaran belum punya kantor pengganti semenjak kantor lama dipugar beberapa tahun silam. Wardoyo