JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Serunya Outing Class di MTsN 4 Sragen. Ratusan Siswa Diajak Menjelajahi Riwayat Gumuk Pasir, Madukismo hingga Keindahan Pantai Parangtritis

Para siswa MTsN 4 Sragen saat melakukan outing class di Jogja. Foto/Istimewa

loading...
Para siswa MTsN 4 Sragen saat melakukan outing class di Jogja. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Outing Class dinilai salah satu media yang paling efektif dan efisien dalam menyampaikan ilmu pengetahuan. Mengajak siswa mengenal lebih dekat pembelajaran bukan dari teori saja tetapi juga kebenaran dan bukti nyata di lapangan.

Hal itu pula yang dilakukan MTsN 4 Sragen. Sebanyak 346 siswa dari kelas 7, 8 dan 9 unggulan di MTsN tersebut berkesempatan melakukan pembelajaran diluar kelas atau outing class di tiga tempat di Jogjakarta.

Yakni Pabrik Gula Madukismo di Bantul, Museum Gumuk Pasir, dan pantai Parangtritis.

Kepala MTsN 4 Sragen, Sumanto ketika melepas rombongan menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan outing class adalah belajar, selebihnya untuk refreshing.

Ia juga mengatakan ada tugas penulisan karya ilmiah sebagai bentuk laporan kegiatan outing class siswa.

“Hari ini kita melakukan kegiatan pembelajaran diluar kelas di 3 tempat, Pabrik Gula Madukismo, Museum Gumuk Pasir dan Pantai Parangtritis. Silahkan melakukan observasi, catat yang sekiranya penting dan menambah pengetahuan, nanti setelah selesai dibuat tulisan sebagai laporan atas kegiatan yang dilakukan,” ujarnya Senin (9/3/2020).

Rombongan siswa yang didampingi 20 guru pembimbing berangkat dari MTsN 4 Sragen pukul 06.00 WIB menggunakan 7 bus.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Pabrik Gula Madukismo. Para siswa di aula pabrik diberikan penjelasan dari petugas tentang proses pembuatan gula pasir dari bahan awal sampai hasil akhir.

Baca Juga :  Dana BST dan BLT DD di Tanon Sragen Diduga Disunat Hingga Rp 300.000, Sekda Sragen: Tak Boleh Ada Potongan Meski Alasan Pemerataan, Harus Dikembalikan Utuh!

Termasuk juga proses pengolahan limbah yang bisa digunakan untuk pupuk organik. Kemudian siswa diajak mengelilingi pabrik gula menggunakan kereta lori.

Setelah dari Pabrik Gula, perjalanan dilanjutkan ke Museum Gumuk Pasir yang berlokasi sebelum pantai Depok Bantul. Di sini siswa diarahkan memasuki ruang audio visual untuk menonton film tentang dinamika pesisir pantai selatan.

Siswa tampak antusias melihat sajian film serta terlibat aktif dalam diskusi kecil dan banyak mengajukan pertanyaan terkait film yang diputar.

Selanjutnya, siswa-siswa diajak untuk berkeliling museum dari lantai 1 hingga lantai 4. Kemudian memasuki lorong pengetahuan dan terakhir mereka mencoba game pesawat terbang sebagai latihan awal untuk menerbangkan drone.

Tempat terakhir yang dituju adalah Pantai Parangtritis. Para siswa yang ikut program kampung Inggris Solo (KIS) dua periode kemarin berbaur dan komunikasi dengan turis asing yang ada disana.

Foto/Istimewa

Mereka mempraktekan komunikasi menggunakan bahasa inggris dengan turis tersebut. Selain itu siswa belajar untuk mensyukuri kebesaran Allah yang tiada batasnya sambil melihat panorama Pantai Parangtritis yang indah.

Waka Kurikulum MTsN 4 Sragen, Warsana, mengatakan Outing Class merupakan satu diantara proses pembelajaran inovatif, nyata dan relevan. Selain itu, sebagai proses pembelajaran kegiatan outing class menjadi sarana dan suasana rekreatif yang menyenangkan.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 30 Mei, ODP Tambah 3, PDP Tambah 2. Total 32 Warga Positif, 24 Sembuh, Total 18 Meninggal Dunia

Eka Ayuningtyas, salah satu siswa kelas IX unggulan yang mengikuti kegiatan outing class mengaku terkesan dengan kegiatan outing class yang di adakan setiap tahun oleh MTsN 4 Sragen.

Bagi anak-anak kelas unggulan, dapat membuat siswa semakin semangat dalam belajar. Hal itu bisa menambah wawasan bagi siswa yang tidak hanya mendapat teori saja namun juga melihat fenomena – fenomena alam secara langsung.

“Seperti di pabrik gula madukismo, di sana kita selain mendapat teori tentang pembuatan gula kita juga bisa melihat pabrik yg di dalamnya terdapat bermacam macam alat yg digunakan untuk membuat gula, selain itu kita juga tahu bahwa bahan pokok pembutan gula yaitu tebu, tidak hanya di gunakan sebagai pembuat gula saja tapi sisa-sisa dari itu bisa di buat jadi spirtus, dan pupuk organik. Selanjutnya di museum gumuk pasir, disana kita jadi tahu gimana proses nya gumuk pasir itu. Lalu keindahan Pantai Parangtritis. Semua itu membuat pikiran siswa yang awalnya hanya belajar di dalam kelas menjadi refresh kembali setelah mengikuti kegiatan tersebut,” tandasnya. Wardoyo