JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sudah Ganti Tahun, Pelaku Tabrak Lari Yang Gilas 2 Warga Ngawi Hingga Tewas di Bener Ngrampal Sragen Masih Bebas Berkeliaran. Truk Penyenggol Awal Terdeteksi Sempat Berbalik Untuk Hilangkan Jejak

Ilustrasi Tim PMI dan Polres Sragen saat mengevakuasi korban kecelakaan malam hari di jalur Sragen. Foto/Wardoyo

loading...
Ilustrasi Tim PMI dan Polres Sragen saat mengevakuasi korban kecelakaan malam hari di jalur Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sudah berganti tahun, kecelakaan maut tabrak lari yang merenggut dua pemotor di Jalur Sragen-Ngawi tepatnya di perempatan Bener, Ngrampal, Kamis (14/11/2019) dinihari lalu, hingga kini masih misteri.

Pelaku tabrak lari yang melindas dua pemuda bersaudara asal Ngawi itu hingga kini masih bebas berkeliaran tanpa bisa terlacak.

Minimnya saksi dan petunjuk, diklaim menjadi kendala polisi dalam mengungkap dan menangkap tersangka.

“Karena memang situasi saat kejadian gelap, lalu nggak ada saksi yang mengetahui persis kejadian. Ada rekaman CCTV tapi tidak bisa mengetahui pelat nomor truk yang menyenggol pertama kali,”
papar Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kasat Lantas AKP Sugiyanto saat dihubungi wartawan, Jumat (6/3/2020).

Ia mengungkapkan dari hasil penyelidikan, memang tidak ada saksi mata yang tahu persis kejadian. Sempat ada satu warga pengemudi mobil yang datang ke Polres dan mengaku mengetahui truk engkel penyenggol kedua korban pertama kali.

Namun informasi yang disampaikan saksi itu juga sangat minim. Pelat nomor truk engkel itu juga tidak diketahui.

Sementara rekaman CCTV yang diharapkan membantu juga tak bisa menyorot pelat nomor truk engkel yang dicurigai.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, Kakek 70 Tahun PDP Corona Kembali Meninggal Dunia. Berasal dari Sambungmacan, Jadi Korban Meninggal ke-18

“Jadi kalau melihat rekaman CCTV, awalnya ada truk engkel dari arah timur. Kemudian korban bawa motor hendak.menyeberang ke kanan. Saat berada di tengah, motor disenggol oleh truk engkel itu hingga terjatuh. Lalu kedua korban yang jatuh, ditabrak tronton yang melaju di belakang truk engkel,” terang Sugiyanto.

Dari rekaman CCTV, seusai menyenggol korban, truk engkel sempat terlihat berbalik arah kembali ke timur.

Diduga kuat, pengemudinya memang sengaja berbalik untuk menghilangkan jejak dan menghindari sorotan CCTV di titik depannya usai kejadian.

“Kebetulan pelat nomornya nggak kelihatan. Di CCTV pelat itu kesorot lampu sehingga nggak terlihat,” tukasnya.

Meski demikian, proses pengusutan dan penyelidikan masih akan terus dilakukan untuk menguak kasus kecelakaan tragis itu.

Seperti diberitakan, dua orang tewas dalam insiden itu merupakan korban tabrak lari sebuah mobil tak dikenal yang melaju dari lawan arah.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , korban tewas adalah pengendara motor Honda Beat AE 3825 LV dan pemboncengnya.

Korban diketahui bernama Agus Suyono (32) asal Blandongan RT, 002/010, Desa Ngawi, Kecamatan Ngawi, Ngawi, Jawa Timur.

Baca Juga :  Terungkap, Benda Asing Bercahaya di Atas Langit Solo Raya Yang Ramai Dikira Bintang Ternyata Jatuh di Desa Dawung Sragen. Warga Ungkap Ada 8 Buah, Yang Lain Terbang ke Barat

Sedangkan identitas pembonceng diketahui merupakan saudaranya. Dari hasil visum, kedua korban tewas dengan luka kepala pecah dan beberapa bagian tubuh rusak.

Dari hasil olah TKP, juga terungkap bahwa kecelakaan maut itu terjadi pukul 00.50 WIB dinihari.

Menurut keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula ketika motor yang dikendarai dua korban, melaju dari arah timur menuju Sragen.

Sesampai di lokasi kejadian, motor hendak mendahului mobil di depannya. Saat mendahului, mendadak muncul.mobil tak dikenal dari lawan arah (barat).
Karena jarak sangat dekat, korban gagal menghindar dan langsung bertabrakan dengan mobil dari lawan arah.

Korban disebut sempat terlindas dan terseret hingga 10 meter sehingga mengalami luka parah serta tewas di lokasi kejadian.

Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi mengungkapkan setelah menerima laporan dari call center PSC 119, tim langsung meluncur ke lokasi dengan ambulans PMI untuk melalukan assesment dan evakuasi korban.

“Sampai lokasi tim mendapati ada 2 korban kondisi meninggal dunia dengan luka tak beraturan,” paparnya.

Kemudian kedua korban langsung dievakuasi ke instalasi forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Wardoyo