JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sudjiatmi, si Jago Jalan Kaki di Usia Senja

Sudjiatmi (paling kanan pakai masker) sedang jalan kaki keliling manahan / dok Joglosemarnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usia 70-an bagi kebanyakan wanita adalah waktu untuk beristirahat dari kegiatan sehari-hari.

Namun hal itu tidak berlaku bagi Sudjiatmi, ibunda Jokowi.  Pada saat dia menginjak usia 71 tahun, ia malah terbilang jago berjalan.

Bersama dengan komunitas Jalan Jalan Pagi (JJP), Sudjiatmi setiap hari Jumat selalu olah raga jalan kaki mengelilingi lapangan Manahan.

Namun uniknya, dari rumahnya di Jalan Pleret Raya, Kelurahan Sumber ia hanya berjalan kaki menuju lapangan Manahan. Padahal jarak rumahnya ke Manahan sekitar dua kilometer.

Sesampai di Lapangan Manahan, Sudjiatmi tidak istirahat, namun langsung berjalan mengitari lapangan Manahan.  

Setelah berjalan kaki dari rumah hingga ke Lapangan Manahan, Sudjiatmi langsung berjalan mengitari lapangan Manahan hingga tiga kali putaran.

Perihal kebiasaan jalan kaki ini sempat membuat cucu-cucunya heran. Pernah suatu kali mereka mengikuti eyangnya. Belum sampai tiga putaran, mereka sudah tak kuat dan pilih jajan bakso, namun Sudjatmi masih betah berjalan hingga menuntaskan tiga putaran.

Baca Juga :  Pasutri Asal Mojosongo Positif Corona Setelah Beberapa Hari Nol Kasus Covid-19 di Solo

Salah satu tim penulis buku Perempuan Berhati Ikhlas: Sekelumit Kisah Sudjiatmi, Ibunda Jokowi, bahkan sempat kepontal-pontal saat mengikuti Sudjatmi jalan kaki mengelilingi lapangan Manahan.

Sebelum aktif jalan kaki, Sudjiatmi biasa mengelilingi Lapangan Manahan dengan bersepeda. Namun karena pertimbangan usia dan keamanan, Jokowi yang saat itu menjadi Walikota Solo meminta Sudjiatmi menghentikan aktivitasnya bersepeda.

Sejak saat itulah, Sudjiatmi ganti jalan kaki. Bahkan, saking antusiasnya, ia mengikuti komunitas Jalan Jalan Pagi (JJP).

Di usia senja, Sudjiatmi terlibat pada banyak komunitas. Selain JJP dia juga masuk dan aktif di komunitas Senam Sehat Tulang (Senam Sentul). Ada juga beberapa komunitas pengajian dan arisan yang dia ikuti.

Baca Juga :  Masuk New Normal, Konsumsi BBM di Solo Raya Merangkak Naik

Kesibukan di usia senja itu seringkali membuat anak-anaknya, termasuk Jokowi kesulitan menghubunginya. Setiap kali Jokowi menelpon rumah, ibundanya tidak ada.

Hingga akhirnya, Jokowi membelikan  handphone untuk Sudjiatmi agar mudah berkomunikasi.  Sudjiatmi menerimanya dengan setengah hati, karena sebelumnya ia telah menolak ketika adik-adik Jokowi menawarinya handphone.

Semula, Sudjiatmi paham saat diajari menggunakan handphone oleh cucu-cucunya. Namun begitu menerima telepon, lupa semuanya. Sejak saat itulah, Sudjiatmi tak mau lagi menggunakan handphone, dan pilih menggunakan telepon rumah.

Anak-anaknya, termasuk Jokowi pun akhirnya mengalah meski sering kecele saat menelepon ibundanya. Namun demikian, cucu-cucunya menganggap Sudjiatmi sebagai eyang yang gaul dan keren.

Kini, Sudjiatmi telah berpulang pada usia 77 tahun lantaran penyakit kanker yang dideritanya. Sudjiatmi menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit DKT di Jalan Slamet Riyadi, Solo. suhamdani

Sumber: Disarikan dari buku Perempuan Berhati Ikhlas: Sekelumit Kisah Sudjiatmi, Ibunda Jokowi