loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pertemuan Ketua Umum (Ketum) Partai Golknoar, Airlangga Hartarto dengan Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, tidak lepas dari statusya sebagai utusan presiden Jokowi.

Sekjend Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengatakan, pertemuan antara Airlangga Hartarto dan Susilo Bambang Yudhoyono itu terjadi karena Airlangga yang juga Menko Perekonomian dalam pertemuan itu menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sebagai Menko Perekonomian, Pak Airlangga menjelaskan ia diutus Presiden Jokowi dan menyampaikan salam Presiden Jokowi kepada Pak SBY,” kata Hinca melalui keterangan tertulis, Jumat (6/3/2020).

Hinca mengatakan, Airlangga juga mengajak peran serta Demokrat memberikan masukan agar restrukturisasi perekonomian bisa berhasil baik.

Bos partai beringin itu juga mengajak untuk bekerja sama dalam Pilkada 2020 yang akan digelar di 270 wilayah.

Baca Juga :  Ojek Online Ancam Demo Besar-besaran Jika Dilarang Angkut Penumpang di Era New Normal

Menurut Hinca, SBY senang mendengar ajakan itu dan menyambutnya. Presiden keenam itu menyampaikan salam kembali untuk Jokowi. SBY juga berujar sikap politik partainya tak berubah, yakni ingin menjadi bagian dari solusi dan perkembangan.

Kebijakan pemerintah yang baik akan didukung, adapun yang belum diperbaiki bersama.

“Negara ini negara kita bersama. Kita bangun bersama, meskipun kami tidak berada dalam pemerintahan,” kata Hinca menirukan SBY yang merespons dua RUU omnibus law yang dijelaskan Airlangga.

Soal Pilkada 2020, SBY sepakat membuka peluang kerja sama.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Ada 18 orang elite Partai Demokrat dan 15 orang pejabat teras Partai Golkar.

Baca Juga :  2 Kali Berkas Mentok di Kejagung, Komnas HAM Minta Kewenangan Menyidik dan Menuntut ke Jokowi

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan Airlangga dan SBY sempat bertemu empat mata selama sekitar setengah jam. Setelah keduanya berbincang, mereka semua bersantap malam di ruang perpustakaan. Sahibulbait menghidangkan empal gentong, sate kambing, dan nasi kebuli.

Pertemuan formal dimulai setelah makan malam. Doli mengatakan, kedua ketua umum saling memperkenalkan siapa yang hadir. SBY lalu menyinggung kondisi Indonesia saat ini dan kesiapan Demokrat membantu pemerintahan.

“Mereka mengatakan hubungan Demokrat Golkar harusnya bukan hanya friendship, tapi partnership,” kata Doli, yang juga diamini Hinca.

Airlangga mengenang kebersamaannya dengan SBY dalam sejumlah kesempatan sebelumnya. Setelah itu, dia menyampaikan inisiatif pemerintah mengusulkan dua RUU omnibus law ke Dewan Perwakilan Rakyat.

“Pak Airlangga menyampaikan salam hormat Presiden Jokowi, kemudian membicarakan agenda-agenda pemerintahan sekarang termasuk soal ekonomi juga disampaikan,” kata Doli kepada Tempo.

www.tempo.co