JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tangani Wabah Corona, Pemkab Karanganyar Sudah Gelontorkan Anggaran Rp 1,5 Miliar

Bupati Juliyatmono. Foto/Wardoyo

loading...
Bupati Juliyatmono. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Karanganyar menyatakan sudah mencairkan anggaran sebesar arp 1,5 miliar untuk penanganan wavah corona atau covid-19.

Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada wartawan, Senin (30/3/2020). Ia mengatakan anggaran khusus penanganan Covid-19, bupati menjelaskan, jika anggaran  yang ada melekat di OPD masing-masing.

Bupati mencontohkan Dinas kesehatan ada anggaran untuk pencegahan penyakit menular. Anggaran itu yang akan dialihkan ke pencegahan Covid 19.

“Kita juga cairkan anggaran tak terduga 1,5 miliar di BPBD dan anggaran di RSUD serta Dinas kesehatan,” paparnya.

Bupati Yuli juga menyampaikan Pemkab akan menambahkan honorarium kepada petugas kesehatan yang menangani pasien covid-19.

“Saat ini masih kita hitung,” tandasnya.

Baca Juga :  Kawal New Normal Karanganyar, 234 Polisi Akan Dikerahkan Awasi Ketaatan Masyarakat. Ini Tempat-Tempat Prioritas Pengawalan!

Ia menegaskan Pemkab tidak akan melakukan lockdown atau penutupan total semua akses dan kegiatan masyarakat kendati angka kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terus meningkat.

Selain itu, Pemkab juga tak mungkin menolak kepulangan perantau yang akan kembali ke Karanganyar.

“Tidak mungkin kita lakukan lockdown atua penutupan. Apa mungkin mereka yang mau pulang kampung harus kita usir? Mereka mau kemana. Selain itu, perekonomian juga harus menjadi perhatian utama. Saya hanya ingatkan, semua orang harus peduli. Dan membantu semuanya,” paparnya.

Selanjutnya, bupati mengatakan Pemkab juga tak bisa menolak kepulangan pemudik. Meski begitu, ia berharap para pemudik juga sadar diri dengan mau menaati aturan melapor, memeriksaan ke Puskesmas dan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Baca Juga :  Tahap Pertama New Normal Karanganyar Dibuka Untuk PKL. Bupati Ingatkan Boleh Jualan, Tapi Tanpa Masker Dihukum Berhenti Sehari, Pembeli Tak Pakai Masker Tak Boleh Dilayani!

Dengan begitu, maka tidak akan ada persepsi jika kepulangan pemudik identik menyebarkan corona virus.

“Dengan melapor, maka mereka akan bisa dipantau kondisinya oleh petugas medis. Sehingga masyarakat tidak terganggu psikologinya, dan  tidak merasa khawatir dengan kepulangan pemudik seolah-olah membawa covid-19,” tukasnya.

Bagi pemudik yang masuk dengan kendaraan pribadi, diharapkan segera melapor ke perangkat desa masing-masing. Kemudian segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Bagaimanapun mereka sudah berada di wilayah kita ya harus kita terima. Kita akan terus pantau, agar tidak bergerak kemana mana dulu untuk  menyelamatkkan semuanya,” tandasnya. Wardoyo