JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tiap Hari 3.000 TKI Pulang Lewat Kepri, Gubernur Kewalahan

Penumpang yang tiba dari Batam, Indonesia, melewati stasiun pemeriksaan suhu di Singapore Cruise Centre, setelah wabah virus Corona (COVID-19) di Singapura 5 Maret 2020 / tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

BATAM, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Sejak Malaysia menetapkan status lockdown beberapa hari lalu, TKI asal Malaysia terus berbondong-bondong kembali ke tanah air lewat Kepulauan Riau.

Melalui keterangan Humas Pemprov Kepri, Minggu ( 29/3/2020) lalu, sebanyak 3.000 WNI pulang lewat Kepri setiap harinya.

Tidak hanya dari Malaysia, tetapi juga Singapura. Kondisi tersebut diprediksi akan terus berlanjut. 

Plt Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto mengatakan pemerintah Kepri khawatir hal ini akan berdampak buruk kepada warga setempat. Masyarakat menjadi resah apalagi di tengah merebaknya Covid-19 ini.

Isdianto malahan meminta seluruh Gubernur se-Indonesia agar tidak melakukan lockdown di daerahnya. Sebab, WNI yang masuk Kepri berasal dari daerah yang menerapkan lockdown.

“Tentu kalau daerah lain lockdown dilakukan ribuan TKI akan menumpuk di Kepri. Ini akan merepotkan kami. Jujur saja, ngurus warga kami saja kami sudah kewalahan,” kata Isdianto. 

Hal tersebut disampaikan Isdianto saat rapat koordinasi melalui video conference yang dilaksanakan Minggu kemarin.

“Makanya kami mohon kepada bapak menteri agar segera mencarikan solusi guna menyelesaikan persoalan ini,” kata dia dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dengan agenda Rapat Koordinasi terkait Kewajiban Karantina Arus Balik Pekerja Migran Indonesia.

Isdianto juga melaporkan rencana pemulangan WNI tersebut dengan sistem dua pintu, yakni melalui Karimun dan Batam.

“Karimun ini padat penduduknya dan masyarakatnya juga kurang setuju dengan wacana ini. Saran saya untuk di Kepri ada di Batam dan Karimun,” kata dia.

Kedatangan TKI ke tanah air sudah dimulai sejak 18 Maret lalu. Sampai saat ini, Dinas Kesehatan Kepri mencatat ada 5.000 lebih TKI yang sudah masuk. 

Hasilnya, ada satu orang ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Corona yang saat ini dikarantina di Tanjungpinang.

Ratusan orang lainnya juga menjalani karantina di Tanjungpinang, sebagian mereka mengalami demam dan flu ringan.

“Kalau masih ringan kita pantau saja, kalau ada gejala berat seperti sesak nafas baru kita bawa ke ruang isolasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam. 

www.tempo.co

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Kapolri Beri 16 Instruksi Khusus Jaga Netralitas. Larang Polisi Berfoto Jempol atau Dua Jari