JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai Tolak Rombongan Pengiring Manten Asal Mojosongo Solo, Pemdes Purwosuman Sragen Datangi 10 Warga Yang Baru Pulang dari Perantauan. Semua Diminta Periksa dan Karantina 14 Hari di Rumah

Kades Purwosuman, Pardi sast menyambangi warganya yang baru pulang dari perantauan agar melakukan karantina mandiri demi mengantisipasi corona virus. Foto/Wardoyo

loading...
Kades Purwosuman, Pardi sast menyambangi warganya yang baru pulang dari perantauan agar melakukan karantina mandiri demi mengantisipasi corona virus. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Melonjaknya jumlah kasus corona virus akibat aliran pemudik dari luar kota membuat Pemdes Purwosuman, mulai reaktif.

Kades dan perangkat desa langsung berinisiatif melakukan kunjungan ke setiap warga yang baru pulang dari perantauan.

“Mereka kita datangi ke rumah dan kita sarankan untuk melapor dan memeriksakan diri ke petugas bidan desa atau Puskesmas. Lalu mereka kami minta melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Alhamdulillah semua sudah tertib dan mau melaksanakan anjuran,” papar Kades Purwosuman, Pardi, Minggu (29/3/2020).

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Truk Ringsek Gasak Tronton di Tol Soker Sragen Tewaskan Mahasiswa Jember. Truk Mendadak Hilang Kendali Lalu...

Ia menambahkan sejauh ini ada 10 warganya yang merantau dan sudah tiba di kampung halaman. Mayoritas pulang lantaran di kota mereka merantau menberlakukan kebijakan semi lockdown di mana banyak instansi, sekolah dan usaha libur.

“Kami juga sudah lakukan penyemprotan di 35 RT di wilayah kami secara serentak. Tujuannya untuk menekan penyebaran corona virus. Jumat kemarin semua masjid juga sudah kami imbau tidak melakukan salat Jumat, dan Alhamdulillah dipatuhi,” imbuh Sekdes Purwosuman, Ikhsan Nur Syarifudin.

Baca Juga :  Diiringi Air Mata, Sopir Pabrik Positif Covid-19 Asal Sidoharjo Yang Meninggal Dunia Setelah Swabnya Negatif Jadi Korban Meninggal ke-14 di Sragen

Desa Purwosuman sempat menjadi perbincangan seusai salah satu warga yang punya hajat ngunduh mantu, terpaksa menaati imbauan social distancing dengan tidak membawa rombongan pengiring pengantin asal Mojosongo Solo awal pekan ini.

Warga keberatan lantaran wilayah Mojosongo Solo masuk dalam zona merah dan sempat ditemukan kasus positif corona bahkan meninggal dunia. Wardoyo