JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Viral Rupiah Sentuh Rp 16.000 per Dolar AS di Google, Muncul #rupiahambyar, Padahal…

Ilustrasi uang rupiah. Dok
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di mesin pencari Google hari ini nilai tukar rupiah menyentuh angka Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat. Kabar ini langsung menjadi bahan perbincangan netizen di Twitter dan menjadi viral dengan tagar #rupiahambyar.
Bahkan ekonom senior Rizal Ramli mencuit dengan mengupload screenshot dari Google.

“Rp akhirnya jebol juga Rp16.000/$. Tim ekonomi @jokowi memang payah. Sudah diingetkan potensi krisis sejak 1,5 tahun yll & alternatif2 solusi, keminter & jumawa padahal tidak punya tranck record ‘turn around’ makro ataupun korporasi. Yang ada pembisik-pembisik angin sorga,” kata Rizal Ramli dalam akun Twitternya, Kamis, 19 Maret 2020.

Pada pukul 12.28, saat ditelusuri di Google rupiah memang berada di angka lebih dari Rp 16 ribu. Namun angka itu bukan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan bukan dari otoritas resmi.

Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR tercatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh posisi Rp 15.712. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 489 poin dari nilai kemarin yang sebesar Rp 15.223 per dolar AS. Di aplikasi RTI, rupiah berada di angka Rp 15.405. Sedangkan di situs resmi Bloomberg rupiah berada di Rp 15.315 per dolar AS.

Baca Juga :  Ekosistem Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja Jamin Fleksibilitas Investor

Adapun setelah ditelusuri, ternyata data yang disediakan Google, bukanlah yang sudah diverifikasi. “Google tidak memverifikasi data apa pun dan melepaskan tanggung jawab hukum atas kewajiban untuk melakukan hal tersebut,” tulis keterangan di Google.

Google, baik penyedia data maupun kontennya, bursa keuangan dan setiap afiliasinya serta mitra bisnisnya (A) melepaskan tanggung jawab hukum secara tersurat mengenai keakuratan, kecukupan, atau kelengkapan data apa pun, dan (B) tidak akan bertanggung jawab atas kerusakan, kelalaian, atau kecacatan lainnya dalam, keterlambatan atau gangguan data, atau tindakan apa pun yang dilakukan dalam pengandalan atas hal tersebut. Baik Google maupun penyedia informasi lainnya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian terkait dengan informasi yang Anda gunakan yang tersedia di sini.

Baca Juga :  Ekosistem Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja Jamin Fleksibilitas Investor

Seperti yang digunakan di sini, “mitra bisnis” tidak mengacu ke agen, kemitraan, atau hubungan usaha bersama antara Google dan pihak terkait mana pun.

“Anda setuju untuk tidak menyalin, memodifikasi, memformat ulang, mengunduh, menyimpan, mereproduksi, memproses ulang, mengirim atau mendistribusi ulang data atau informasi apa pun yang ditemukan di sini atau menggunakan data atau informasi apa pun dalam perusahaan komersial tanpa memperoleh izin tertulis terlebih dahulu,” tulis Google.

Menurut Google, semua data dan informasi yang disediakan “apa adanya” bertujuan hanya untuk informasi pribadi, dan tidak dimaksudkan untuk tujuan perdagangan atau saran.

www.tempo.co