JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Warga Ungkap Keanehan di Balik Aksi Gantung Diri Warga Gesi Sragen di Pohon Jambu Monyet

Tim Polsek Gesi dan Inafis Polres Sragen saat melakukan olah TKP. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Polsek Gesi dan Inafis Polres Sragen saat melakukan olah TKP. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri kematian warga bernama Paing (57) asal Dukuh Srawung RT 3, Desa Srawung, Gesi, perlahan mulai terkuak.

Duda dua anak yang ditemukan gantung diri di pohon jambu monyet di perkebunan tebu dukuh setempat, Sabtu (14/3/2020) petang diduga memang punya riwayat sakit.

Ada yang menyebut kematian korban dikarenakan sakit gatal menahun tak kunjung sembuh. Namun dari kerabat juga menyebut ada riwayat penyakit jantung yang juga diderita pria paruh baya itu.

“Kabarnya memang sakit jantung dan gat tak kunjung sembuh. Sehingga akhirnya nekat ngendat di pohon mete milik Mbah prenjak,” papar Sri, warga setempat.

Jenasah Paing diketahui  jam 15.15 WIB pagi. Sebelumnya pukul 10.00 WIB sempat diketahui berangkat dari rumahnya menuju tegalan dengan membawa tali plastik warna kuning sepanjang 5 meter.

Menurut keterangan warga dan saksi mata ada kejanggalan sesaat sebelum Mbah Paing ditemukan tewas. Di mana, saat melintas di jalan sempat disapa warga, Keman (36) tetangga korban.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Sragen Makin Meroket, Bupati Prihatin Masyarakat Malah Tenang-tenang Saja. "Dulu Reaksinya Luar Biasa, Sekarang Tambah 5, 7 Kasus Bahkan Meninggal, Tidak Ada yang Obah!,”

“Sempat saya tanya, mau kemana Mbah Paing kok bawa tali. Dijawab mau ngarit cari rumput. Tapi saya curiga Mbah Paing tidak punya hewan kok mau ngarit,” ujar Keman.

Sementara, dari kerabat korban diperoleh keterangan sebelumnya korban sempat pamit mau ke rumah kakaknya, di Dukuh Bendorejo desa setempat.

Namun ternyata sampai sore tak pulang. Sedangkan di rumah kakaknya tak ada. Lalu  warga dan keluarga pun berinisiatif mencari Mbah Paing.

Jasad Mbah Paing akhirnya ditemukan dua orang warga, Loso (42) dan Fery (27), tetangga korban. Keduanya melihat Mbah Paing menggantung di pohon jambu monyet di tegalan milik Mbah Prenjak.

Keduanya sempat gemetaran sambil berteriak-teriak Mbah Paing sudah ketemu. Warga setempat langsung berdatangan di TKP dan kemudian baru melapor ke Kades maupun Polsek.

Baca Juga :  Kabar Baik, Bupati Sragen Izinkan Pengesahan Warga Baru Perguruan Silat Pada 1 Suro. Tapi Ingatkan Tragedi Suro Tahun Lalu Tak Boleh Terulang Lagi!

“Warga nggak berani melepaskan tali yang melilit leher Mbah Paing dan milih menunggu tim medis dan Inafis Polres Sragen. Warga hanya menutupi jasad Mbah paing dengan kain jarik sampai kemudian polisi datang,” urai Keman.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno membenarkan kejadian itu. Menurutnya sesaat usai menerima laporan, tim Polsek Gesi dan Inafis Polres langsung melalukan identifikasi dan olah TKP.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit menahun tak kunjung sembuh. Pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan otopsi. Akhirnya jenasah korban kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat,” timpal Kapolsek Gesi, Iptu Teguh Purwoko. Wardoyo