JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Warga Waspada Corona, Komplotan Pencuri Malah Bobol Balai Desa dan Polindes Krendowahono Karanganyar. Pelaku Gasak Laptop, Perangkat CPU Hingga Uang Bu Bidan

Tim Polsek Gondangrejo saat melakukan olah TKP pencurian di Balai Desa Krendowahono, Selasa (24/3/2020). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Tim Polsek Gondangrejo saat melakukan olah TKP pencurian di Balai Desa Krendowahono, Selasa (24/3/2020). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Komplotan pencuri beraksi membobol kantor Desa Krendowahono Karanganyar dan Polindes setempat, Selasa (24/3/2020) dinihari.

Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang itu, beraksi dengan menjebol pintu depan kantor Balai Desa di wilayah Kecamatan Gondangrejo tersebut.

Diduga pelaku memanfaatkan situasi masyarakat yang gelisah dan tak berani keluar karena sejak sore hari beredar kabar ada warga setempat yang dinyatakan ODP (orang dalam pemantauan) corona virus.

Data yang dihimpun di lapangan, aksi pencurian diketahui sekitar pukul 05.30 WIB oleh petugas kebersihan balai desa, Markoni (61).

Saat hendak membuka kantor, ia kaget mendapat pintu sudah tidak terkunci. Ia makin terkejut saat melihat dalam kantor sudah acak-acakan dan sebagian barang sudah raib.

Baca Juga :  Tambah 18 Positif dan 1 Meninggal, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.243. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 194 Orang

“Dari hasil pendataan kami, barang yang hilang diantaranya satu laptop Asus, dua monitor LED, satu CPU dan proyektor. Tahunya tadi pagi petugas yang biasa membersihkan kantor, kaget mau mbuka kantor ternyata pintunya sudah terbuka,” papar Kades Krendowahono, Syarief Hidayat kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (24/3/2020).

Ia memperkirakan pelaku beraksi 03.00 WIB saat situasi desa tengah lengang. Kebetulan, balai desa belum memiliki CCTV dan saat kejadian tidak ada petugas penjaganya.

Lokasi balai desa juga terletak di tepi jalur poros antar desa antar kecamatan. Selain menggasak perlengkapan elektronik di balai desa, pelaku juga membobol polindes yang bersebelahan dengan balai desa dan menggasak uang Rp 400.000.

Baca Juga :  Banyak yang Abaikan Protokol Kesehatan, Perlu Penegak Disiplin di Tempat Wisata dan Mall

“Total kerugian kami laporkan sekitar Rp 10 juta. Kalau melihat barang yang diambil banyak dan berukuran besar, kalau hanya satu orang kok rasanya enggak mungkin,” tutur Syarief.

Lebih lanjut, ia menyampaikan akibat hilangnya komputer, CPU dan laptop desa itu, memang agak berdampak.

Meski pelayanan tetap jalan, namun Pemdes juga sedikit kerepotan lantaran banyak data-data desa yang tersimpan di dalam laptop dan perangkat yang digondol pelaku.

Menurut Syarief, kejadian itu sudah dilaporkan ke Polsek dan langsung dilakukan olah TKP tadi pagi.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menyampaikan saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan. Wardoyo