JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

2 Kasus Baru Positif Covid-19 Sragen Dikabarkan Dari Desa Patihan Sidoharjo dan Jabung Plupuh. Keduanya Disebut Punya Riwayat Ijtima Ulama dan Kemarin Dirujuk ke Moewardi Solo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus positif corona atau covid-19 di Sragen bertambah tiga orang pada Sabtu (18/4/2020). Satu dari tiga warga positif itu dilaporkan meninggal dunia.

Data terbaru yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , dua pasien yang dinyatakan positif itu dilaporkan berasal dari Desa Patihan Kecamatan Sidoharjo dan Desa Jabung, Kecamatan Plupuh.

Pasien asal Patihan diketahui berusia 70 tahun sedangkan dari Desa Jabung berusia sekitar 62 tahun. Keduanya dilaporkan sempat dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo pada Jumat (17/4/2020) siang.

Sementara, satu pasien positif lainnya adalah dari Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal berusia 54 tahun. Pasien asal Ngrampal ini kemudian dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) dan hasil tes swabnya yang menunjukkan positif baru keluar hari ini, Sabtu (18/4/2020).

Dari hasil penelusuran JOGLOSEMARNEWS.COM , malam ini situasi Posko Covid-19 di Balai Desa Patihan dan Desa Jabung langsung ramai.

Bahkan di Balai Desa Patihan Kecamatan Sidoharjo, tim Muspika Camat dan Kapolsek langsung terjun berkoordinasi dengan Kades dan Posko Covid-19 pukul 21.30 WIB malam ini.

Saat dikonfirmasi, Kades Patihan Tri Mulyono mengaku belum menerima konfirmasi dan pemberitahuan resmi dari pemerintah.

Baca Juga :  Diiringi Hujan Air Mata, Ustadz Muda Habib MA Pimpinan Ponpes Shobo Guno Sragen Dimakamkan Pas Adzan Magrib. Ratusan Pelayat Menyaksikan dari Kejauhan

Meski demikian, ia membenarkan bahwa ada satu warganya yang kemarin dirujuk ke RSUD Moewardi Solo setelah dirawat di ruang isolasi RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

“Iya memang ada satu warga kami yang sempat dirawat di RSUD Sragen. Dia usianya juga 70 tahun dan 14 hari yang lalu pulang dari Ijtima Ulama di Gowa. Dia berempat saat itu, sempat periksa ke Puskesmas tapi yang dirawat dan dirujuk ke Moewardi ya cuma satu itu usisnya 70 tahun. Dibawa ke rumah sakit karena sempat sesak nafas dan kemarin dikabarkan nafsu makan juga berkurang,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (18/4/2020) malam.

Kades Jabung, Triyono saat dikonfirmasi juga mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah. Namun ia mengatakan memang ada satu warganya yang berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan punya riwayat ikut kegiatan Ijtima Ulama di Gowa.

“Iya ada satu warga kami yang berstatus PDP,” kata dia.

Sementara, Sekda Sragen Tatag Prabawanto mengungkapkan hari ini kasus positif corona Kabupaten Sragen memang bertambah tiga warga.

Dari ketiga kasus baru tersebut, dua pasien sudah dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo, sementara satu lainnya adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal Rabu kemarin.

Baca Juga :  Kabar Duka, Mubaligh Muda Habib M Asal Sragen Kota Positif Terpapar Covid-19. Awalnya Gejala Batuk, Memburuk Lalu Dirujuk ke RSUD Moewardi Solo, Sumber Penularannya Masih Misteri

“PDP asal Kecamatan Ngrampal yang meninggal, hasil swabnya positif. Yang bersangkutan meninggal saat menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Rabu,” ujarnya dihubungi wartawan.

Menurut Tatag, PDP laki-laki berusia 54 tahun tersebut tiba di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Dilaporkan, PDP tersebut gula darahnya drop. Yang bersangkutan sendiri merupakan pelaku perjalanan (PP) dari Ambarawa.

Sementara dua pasien positif COVID-19 lain, lanjut Tatag, merupakan PDP yang sudah dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo. Keduanya berasal dari Kecamatan Plupuh dan Sidoharjo.

“Hasil swabnya baru keluar hari ini. Keduanya saat ini dirawat di RSUD dr Moewardi. Jenis kelamin laki-laki, usianya 70 dan 62 tahun,” imbuhnya.

Tatag menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan tracking kontak di lingkungan sekitar kasus positif tersebut. Pihaknya mengimbau warga untuk melakukan isolasi mandiri.

Dengan tambahan ini, total ada 5 kasus positif Covid-19 di Sragen. Satu kasus meninggal dunia, seorang dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro Ketileng Semarang, tiga lainnya dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Wardoyo