JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

450 Warga Sragen Dirapid Test Covid-19, 36 Orang Diketahui Positif. 31 Orang Positif Berasal dari Klaster Tabligh Ijtima Ulama Gowa

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin konferensi pers di Gedung SMS, Minggu (26/4/2020). Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin konferensi pers di Gedung SMS, Minggu (26/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 450 warga Sragen yang terlacak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif corona virus atau covid-19, telah menjalani rapid test.

Dari jumlah itu, sebanyak 36 orang hasil rapid testnya dinyatakan positif atau reaktif. Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menggekar konferensi pers situasi covid-19 Sragen pada hari Minggu (26/4/2020) di Gedung SMS Sragen.

Didampingi Wabup Dedy Endriyatno, Sekda Tatag Prabawanto, Kapolres AKBP Raphael Sandhy, Dandim Letkol Kav Luluk Setyanto dan Danyon Letkol Inf Yefta Sangkakala, Bupati Yuni mengatakan terkait kasus positif di beberapa orang, telah dilakukan rapid test terhadap 450 orang.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Ngrampal Sragen Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Jumlah Total Kasus Melonjak Jadi 485, Sudah 68 Warga Meninggal dari PP Hingga Positif

Rapid test dilakukan khususnya kepada masyarakat yang memiliki riwayat pergi ke Tabligh Ijtima Ulama Gowa, Sulawesi Selatan.

“Kami dapatkan data bahwa hasil pelacakan tracking positif terkonfirmasi positif, pelaksanaan rapid test dari total 450 orang yang diperiksa, yang reaktif atau positif ada 36. Yang non reaktif 414 orang” paparnya kepada wartawan.

Dari 36 warga yang positif itu, dua di antaranya adalah dari Kedung Upit dan Mojomulyo Sragen. Kemudian yang 33 dari klaster Gowa Sulsel dan satu orang santri dari Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan, Jatim.

Baca Juga :  Meledak Lagi, Tambah 12 Warga Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 485. Dua Warga Suspek Kembali Meninggal, Total Sudah 68 Warga Meninggal Terkait Covid-19

Terhadap mereka yang positif rapid test itu, maka akan dilakukan penanganan lebih lanjut.

Yakni dengan menyiapkan gedung SMS milik Pemkab sebagai lokasi karantina bagi mereka yang sudah positif rapid test.

“Mulai besok mereka yang rapid test akan dikarantina di Gedung SMS ini. Nanti hari Selasa (28/4/2020) kita akan laksanakan swab test. Apabila hasil swab test positif, maka mereka harus tetap di sini sampai dilakukan tes swab kedua. Kalau tes swab kedua negatif, baru diperkenankan pulang untuk isolasi mandiri selama 14 hari,” tandasnya. Wardoyo