JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Benarkah Virus Corona Lebih Cepat Menyebar di Ruang Ber-AC, Ini Jawabnya

Ilustrasi virus corona atau Covid-19 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Saat pandemi virus Corona melanda dunia termasuk Indonesia, sempat muncul anggapan bahwa virus tersebut tidak tahan dengan cuaca panas seperti iklim di Indonesia.

Lantas bagaimana dengan ruangan ber-AC. Apakah virus mematikan tersebut lebih cepat menular di ruangan berpendingin?

Terkait dengan hal itu, para ilmuwan menemukan fakta baru terkait penyebaran virus corona tersebut.

Dikatakan bahwa pendingin udara menjadi salah satu media penyebaran virus yang menyerang saluran pernapasan ini.

Fakta ini dikemukakan melalui studi yang diterbitkan di situs web Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan disetujui oleh Komite Etika Pusat Pengendalian Penyakit Guangzhou.

Para ilmuwan meneliti 10 orang dari tiga keluarga yang makan di sebuah restoran pada saat yang sama di Guangzhou, Cina.

Baca Juga :  Punya Penyakit Asam Urat, Hindari 12 Bahan Makanan Mengandung Purin Tinggi Ini. Ada Daging, Buah, hingga Sayuran

Menurut penelitian yang dilakukan dari 26 Januari hingga 10 Februari 2020, 10 orang itu terjangkit virus corona melalui AC yang ada di restoran tersebut.

Diketahui satu keluarga yang ada di restoran tersebut baru saja bepergian dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Dua keluarga lain duduk berdekatan dengan keluarga tersebut.

Pada hari itu, pasien pertama mengalami demam dan batuk lalu pergi ke rumah sakit. Pada 5 Februari, sembilan lainnya dari tiga keluarga dinyatakan terinfeksi virus corona.

Oleh karena itu, studi yang dilakukan para ahli di Cina menyatakan bahwa virus corona yang menginfeksi 10 orang itu bermula saat makan di restoran tanpa jendela dan sirkulasi udara mayoritas menggunakan AC.

Dari 83 pelanggan pada hari itu, 73 orang lainnya diidentifikasi sebagai orang dalam pengawasan dan dikarantina selama 14 hari.

Baca Juga :  Merasakan Efek Samping Setelah Minum Obat, Berhenti atau Lanjut?

Diprediksi tetesan bersin dan batuk dari orang yang terinfeksi bertahan di ruangan ber-AC itu dalam beberapa waktu dan merambat ke meja terdekat.

Para peneliti menyimpulkan bahwa transmisi tetesan didorong oleh ventilasi ber-AC dan faktor kunci untuk infeksi adalah arah aliran udara.

“Jarak antara pasien terinfeksi dan orang-orang di meja lain semuanya kurang dari satu meter. Namun, aliran udara yang kuat dari AC bisa merambatkan tetesan dari meja ke meja,” tulis laporan dalam studi itu.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association itu menemukan jejak virus corona di saluran udara rumah sakit.

“Tetesan kecil yang sarat virus dapat dipindahkan oleh aliran udara dan disimpan pada peralatan seperti ventilasi,” tulis laporan tersebut.

www.tempo.co