JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Minta Semua Belajar dari Kasus Covid-19 di Mojogedang. Para Kades Diminta Lebih Galak Bagi Yang Ngeyel Isolasi Mandiri!

Bupati Karanganyar. Foto/Humas
Bupati Karanganyar. Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepala Desa dan aparatur pemerintah desa diminta untuk ‘Greteh’ kepada masyarakat di desa masing-masing mengenai covid-19.

Hal itu disampaikan Bupati menyusul meningkatnya kasus covid-19 di Karanganyar yang sejauh ini sudah ada lima positif dan enam meninggal dunia.

Greteh yang dimaksud agak galak dan sering mengingatkan untuk melakukan prosedur tetap kesehatan agar virus corona dapat dicegah penularan.

Misalnya pergi keluar rumah dengan menggunakan masker dan selalu menjaga jarak aman saat berbicara.

“Saya minta pak Kades rodo greteh, mengingatkan terus ke masyarakat soal virus covid 19. Perlu diketati dan dikencengi maneh agar pencegahaan virus 19 dapat berjalan baik,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan paparan dihadapan para Kades se-Kecamatan Kerjo, Di Kecamatan Kerjo kemarin.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 2 Warga Kedawung dan Ngrampal Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Total Sudah 71 Warga Meninggal Dunia

Bupati menguraikan pelajaran berharga dari kasus positif covid di Mojogedang bahwa semua diharapkan patuh dan tunduk pada ketentuan.

Jika memang diminta isolasi mandiri, diharapkan mandiri dan tidak pergi ke mana-mana. Termasuk kepada para pemudik yang datang ke desa masing-masing.

Mereka diminta untuk secara sadar melapor pak RT kemudian isolasi mandiri selama 14 hari. Kalau ada gejala pemudik dipersilahkan memeriksakan terlebih dahulu ke puskesmas di tempat terdekat.

Baca Juga :  Pandemi Covid, Realisasi Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran di Karanganyar Menurun Drastis Jauh dari Target

“Kalau ada pemudik yang membandel. Pulang kok, tidak mengisolasi diri dan sudah diingatkan masih membandel laporkan saya. Kami akan menindaklanjuti,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengingatkan saat ini masyarakat untuk bergotong-royong membantu tetangga yang kekurangan.

Dalam arti, jika memang ada yang tetangga saatnya untuk saling membantu. Soalnya pager mangkuk lebih baik daripada pager tembok.

“Artinya, tetangga yang peduli sangat diharapkan untuk membantu tetangga yang susah atau kekurangan,” tukasnya. Wardoyo