JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Data Terbaru Corona Sragen, 4 Warga Meninggal, 8 Positif, 37 Positif Rapid Test. Jumlah PP Meroket Jadi 19.533 Orang dan 6 Pasien PDP Kembali Dirujuk

SItuasi covid-19 Sragen, Jumat (24/4/2020). Foto/Wardoyo
SItuasi covid-19 Sragen, Jumat (24/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Situasi corona virus atau covid-19 di Kabupaten Sragen Jumat (24/4/2020) mencatat tren masih mengkhawatirkan.

Di tengah angka kasus yang masih meningkat, jumlah pelaku perjalanan atau pemudik dari zona merah maupun luar kota terus melonjak.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM dari laman resmi corona.sragenkab.go.id, hingga pukul 17.00 WIB, jumlah PP hari ini kembali naik 666 orang menjadi 19.533 orang. Namun 12.848 di antaranya dinyatakan sudah lolos karantina 14 hari.

Kemudian dari sisi orang dalam pemantauan (ODP) juga terus bertambah. Hari ini tadi ada dua ODP baru dan menambah angka total ODP menjadi 34.

Lantas dari kategori pasien dalam pengawasan (PDP) juga mengalami penambahan.

Total sampai hari ini ada 13 PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUD Sragen, Gemolong dan RS darurat corona. Dari junlah itu, 6 pasien kembali dirujuk ke rumah sakit lini lebih atas.

Jumlah warga positif tercatat ada delapan orang dengan satu orang meninggal dunia. Kemudian ada 40 orang terdeteksi tanpa gejala (OTG).

Sementara secara keseluruhan, data komulatif mencatat jumlah pasien meninggal mencapai empat orang. Terdiri dari satu pasien positif di Ngarum Ngrampal, dan tiga PDP asal Sragen Kota dan Tenggak Sidoharjo.

Baca Juga :  Ramai-ramai Pilkada Ditunda, Bupati Sragen Tegaskan Penundaan Tanpa Kepastian Bukan Solusi. Sebut Dampak Kondusivitas, Legalitas Pemerintahan Hingga Potensi Polemik Berkepanjangan Perlu Dipikirkan!

Kemudian jumlah positif covid-19 di Sragen ada delapan orang. Mereka adalah kakek M usia 72 tahun asal Tangkil Sragen.

Lantas tujuh pasien positif lainnya masing-masing, dari Kedungupit perempuan berusia 47 tahun, lalu dari Mojomulyo laki-laki berusia 39 tahun, dari Patihan Sidoharjo Laki-laki usia 70 tahun, laki-laki berusia 62 tahun asal Jabung Plupuh.

Kemudian laki-laki berusia 25 tahun asal Wonorejo Kalijambe dan laki-laki 45 tahun asal Krikilan Kalijambe. Satu pasien positif terakhir dan meninggal dunia berasal dari Ngarum Ngrampal.

Selain itu, hingga kini ada 37 warga yang terdeteksi positif dari hasil rapid tesnya. Mereka terdiri dari dua anak positif rapid test dari Sragen Kota, dua orang warga Patihan Sidoharjo peserta Ijtima Ulama.

Lantas Kamis (23/4/2020) ada tambahan 31 peserta Ijtima Ulama dari hasil rapid test massal, dan satu santri asal Sambirejo Sragen yang mondok di Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan, Jatim.

Baca Juga :  Rumah Seharian Tertutup, Marmi asal Ngargosari Sragen Ternyata Ditemukan Sudah Tergeletak Tak Bernyawa di Ranjangnya

“Dari 86 peserta Ijtima Ulama yang dirapid test, yang reaktif 31 orang. Reaktif artinya positif. Mereka dites selama dua hari ini dan kooperatif datang sendiri. Yang 14 orang belum datang dan kita harapkan bisa ikut tes,” papar Bupati, Kamis (23/4/2020) petang.
Bupati menguraikan dari 130 peserta Ijtima Ulama yang terdata asal Sragen, 30 orang dilaporkan sudah tidak lagi berada di Sragen.

Mereka dimungkinkan sudah berpindah melakukan pelayanan atau syiar ke daerah lain. Dari data yang diterimanya, para peserta Ijtima Ulama dari Sragen itu tersebar di beberapa kecamatan.

Ada dari Tangen, Kedawung, Sambirejo, Sidoharjo, Plupuh, dan lainnya. Namun ia menegaskan bahwa 31 orang itu baru reaktif atau positif dari rapid test.

Masih diperlukan tes swab sebagai goal untuk memastikan apakah mereka terpapar covid-19 atau tidak.

“Kalau ketentuanya dua kali rapid test dan sekali swab. Tapi kalau sudah rapid test pertama reaktif (positif) nanti langsun dites swap. Ingat lho ya ini baru rapid test, gold-nya tetap hasil tes swab,” tegasnya. Wardoyo