JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Emak-emak di Kedungupit Sragen Yang Rapid Test-nya Positif Covid-19 Diketahui Baru Pulang dari Lampung. Warga Geger Karena Sudah Sempat Ikut Salat Berjamaah di Musala

Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay
Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang perempuan berinisial P (48) asal Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen yang bikin geger setelah hasil rapid test-nya positif covid-19 diketahui sempat salat berjemaah di musala wilayah tempat tinggalnya.

Ironisnya, perempuan paruh baya itu nekat langsung ikut salat berjemaah setiba di kampung halamannya. Padahal warga dan RT bahkan jemaah yang ada di musala sudah mengingatkan agar melakukan karantina mandiri di rumah karena baru datang dari luar kota.

Fakta itu diungkapkan Kades Kedungupit, Eko Hartadi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (12/4/2020). Ia mengatakan dari hasil pengecekannya, ibu paruh baya itu diketahui pulang dari Lampung.

Selama ini ia merantau bersama suaminya. Akan tetapi ia tak mengetahui betul apakah saat pulang ke desa beberapa hari lalu, yang bersangkutan bersama suami atau pulang sendiri-sendiri.

“Yang jelas, terakhir mau pulang ke desa itu, dia dari Lampung. Bagaimana proses kepulangannya kami kurang paham,” paparnya.

Baca Juga :  Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

Eko menguraikan sejak beredarnya hasil rapid test itu, warga memang sempat panik dan dilanda keresahan. Sebab P diketahui sudah sempat salat berjamaah di musala di dekat rumahnya.

Bahkan, yang bersangkutan langsung nekat salat di musala meskipun warga dan jemaah lain sudah mengingatkan agar tak keluar rumah dulu sebelum 14 hari.

“Kemarin begitu hasil rapid tes itu beredar, ya semua panik. Karena ibu itu pertama kali datang langsung ke musala salat jemaah. Sebenarnya dari jemaah lainnya sudah mengingatkan dengan bahasa gimana saya kurang tahu persisnya. Tapi intinya sempat dibilangi kok moro-moro langsung salat jamaah. Karena nekat, akhirnya warga sendiri yang pilih menjauh,” urai Eko.

Ia tak menampik sejak beredarnya rapid test itu, situasi warga seketika menjadi resah.

Namun ia langsung berinisiatif mengumpulkan Kadus, RT dan RW untuk memberikan pemahaman bahwa hasil rapid test positif itu belum bisa dijadikan pijakan karena harus menunggu hasil tes Swabnya.

Baca Juga :  Sudah Penjarakan 4 Orang, Bantuan Alsintan di Sragen Kini Diwanti-wanti Tanpa Pungutan Apapun. Ada 52 Kelompok Penerima, Bupati Yuni: Kalau Mau Sodaqoh, Sodaqohlah ke Warga Tidak Mampu!

“Setelah diberi pemahaman itu, baru kepanikan warga agak mereda. Sekarang situasi sudah agak kondusif meski tetap dalam kewaspadaan. Mudah-mudahan hasil tes Swab-nya negatif,” harapnya.

Camat Sragen, Dwi Sigit Kartanto juga menyampaikan pihaknya sudah langsung menindaklanjuti dengan memberikan pemahaman ke warga soal beredarnya hasil rapid test salah satu warga Kedungupit itu.

Kepada warga, disampaikan pemahaman bahwa hasil rapid test masih harus ditindaklanjuti dengan tes Swab. Setelah diberi pemahaman itu, situasi masyarakat sekitar saat ini sudah kondusif.

“Keluarga yang ada dirumah sudah diminta untuk tetap melakukan karantina mandiri. Kami juga sudah koordinasi dengan pemerintah desa soal ini. Terpenting kondisi masyarakat sudah cukup kondusif,” tandasnya. Wardoyo