JOGLOSEMARNEWS.COM Umum

Glenn Fredly Meninggal karena Meningitis, Berikut ini 3 Penyebab Meningitis

Suatu ketika, penyanyi Glenn Fredly pernah tampil di Harmoni Pasar Klewer di halaman Balai Kota Solo, tepatnya Minggu (5/8/2018) dini hari / tempo.co

Suatu ketika, penyanyi Glenn Fredly pernah tampil di Harmoni Pasar Klewer di halaman Balai Kota Solo / Foto: tempo.co

JAKARTA (JOGLOSEMARNEWS.COM )-Penyanyi Glenn Fredly meninggal dunia karena sakit radang selaput otak atau meningitis. Ia menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 8 April 2020, pukul 18.00 di Rumah Sakit Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan. Penyanyi bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo itu meninggal dalam usia 44 tahun.

Glenn meninggal karena sakit radang selaput otak atau meningitis. Apa sebenarnya penyakit meningitis tersebut?. Meningitis disebut juga sebagai penyakit radang otak. Hal ini dikarenakan meningitis merupakan penyakit yang menyebabkan pembengkakkan pada meninges, yakni membran yang membungkus otak dan tulang belakang.

Dalam beberapa kasus, meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa berkembang sangat cepat dan menimbulkan komplikasi. Tetapi dengan diagnosis yang cepat, penyakit radang otak ini dapat diobati dan penderitanya memiliki peluang lebih besar untuk sembuh.

Baca Juga :  Buntut Satu Pasien Positif Covid-19, 49 Orang Termasuk 10 Tenaga Kesehatan Puskesmas Ngargoyoso Karanganyar Terpaksa Jalani Swab Tes Massal

Virus dan bakteri merupakan dua penyebab utama penyakit meningitis. Namun, pengobatan dan infeksi jamur juga bisa membuat seseorang terkena penyakit radang otak ini.

Meningitis virus

Pada kebanyakan kasus, meningitis biasanya disebabkan oleh virus. Virus meningitis ini menyebabkan penderitanya mengalami gejala meningitis yang mirip dengan meriang, diare, demam, hingga flu.

Virus meningitis sifatnya tidak serius, bahkan biasanya tidak terdiagnosa karena gejalanya mirip dengan orang yang terkena flu pada umumnya. Virus yang menjadi penyebab meningitis biasanya adalah virus polio, virus gondong (paramyxovirus), virus flu, hingga virus West Nile.

Meningitis bakteri

Meningitis yang disebabkan oleh bakteri merupakan kondisi yang langka, namun bisa menyebabkan kematian jika tidak mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Beberapa penderita meningitis bakteri mengalami trauma kepala yang hebat, misalnya disebabkan oleh infeksi telinga (otitis media) atau sinusitis.

Baca Juga :  Buntut Satu Pasien Positif Covid-19, 49 Orang Termasuk 10 Tenaga Kesehatan Puskesmas Ngargoyoso Karanganyar Terpaksa Jalani Swab Tes Massal

Banyak tipe bakteri yang menjadi penyebab meningitis bakteri. Pada bayi, bakteri yang rentan menyebabkan anak terkena radang otak adalah grup B strep, E. coli, dan (pada sebagian kecil bayi) Listeria monocytogenes. Sedangkan pada anak, bakteri yang menyeran misalnya Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) dan Neisseria meningitidis (meningococcus).

Meningitis jamur

Mirip dengan meningitis bakteri, meningitis jamur juga tergolong kasus yang langka. Meningitis ini terjadi setelah infeksi jamur yang sudah ada pada tubuh menyebar ke otak atau tulang belakang. Beberapa jamur yang ditemukan menjadi penyebab meningitis ini, yaitu Cryptococcus, Histoplasma, Blastomyces, Coccidioides, dan Candida.

Faktor lain yang juga bisa menyebabkan penyakit meningitis, yaitu cedera kepala, operasi otak, lupus, dan berbagai jenis obat-obatan. Yang perlu digarisbawahi adalah radang otak tidak menular, namun Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk disuntik vaksin meningitis jika ada orang yang menunjukkan gejala radang selaput otak ini di sekitar Anda.(asa)

Sumber :



www.tempo.co