loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – RSUD dr Moewardi Solo menghapuskan stigma sebagai RS khusus covid-19. Pihak manajemen RSUD dr Moewardi memastikan bahwa RS tersebut memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasanya.

“Untuk pasien yang mau berobat dan mau kontrol tetap aman di RSUD dr Moewardi. Karena ada stigma masyarakat bahwa RSUD Dr. Moewardi sebagai RS Covid. Nah ini yang tidak benar. Kami tetap pelayanan seperti biasa, karena pasien covid sudah dirawat di ruang khusus (isolasi bertekanan negatif) dan zona khusus yang sangat berbeda dengan pelayanan pasien lain,” tegas Humas RSUD dr Moewardi, Eko Haryati, Rabu (1/4/2020).

RSUD dr Moewardi Solo telah memastikan tetap aman untuk pasien berobat. Terkait hal itu, pihak rumah sakit telah menerapkan zona-zona tertentu untuk pasien Corona. Pihak RS juga menempelkan spanduk pemberitahuan terkait zona aman tersebut untuk pasien berobat lain.

Baca Juga :  Soal Tahanan Baru Wajib Rapid Test, Karutan Solo Tegaskan Hal Ini

“Spanduk untuk menyampaikan pada masyarakat bahwa RS aman untuk pasien yang mau berobat, karena kami sudah menerapkan zona untuk pasien covid. Jadi kalau kita berada di zona non merah insya allah aman,” papar Eko.

Sebelumnya, mengutip dari laman resmi Corona Pemprov Jateng, corona.jatengprov.go.id, RS Dr Moewardi pernah merawat sejumlah pasien COVID-19. Berikut daftar pasien virus corona di RSUD Moewardi, dua diantaranya sudah meninggal dunia sebelum kematian ketiga.

Baca Juga :  Mulai Terima Napi Baru, Rutan Solo Siapkan Jalur dan Petugas Khusus

1. P1 (MD): laki-laki, 59, Semanggi-Pasar Kliwon –> klaster Bogor
2. P2 (Dirawat): laki-laki, 58, Kadipiro, (tinggal di Mojosongo, Jebres) –> klaster Bogor
3. P3 (MD): perempuan, 49, Tawangrejo-Jatipurno-Wonogiri –> klaster Bogor
4. P4 (guide asal Bali): laki-laki warga Bali ada pekerjaan di Solo –> klaster belum diketahui
5. P5 (Istri P2): perempuan, Mojosongo, Jebres
6. P6 asal Grogol (diumumkan positif tapi belum ada data pasien)

Sementara itu, hingga Selasa (24/3/2020) sore, Di Solo juga terdapat 69 orang dalam pemantauan (ODP) dan 22 pasien dalam pengawasan (PDP) corona. Prihatsari