JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Hapus Stigma RS Corona, RSUD Moewardi Pastikan Aman untuk Pasien Umum

Sebuah spanduk bertuliskan RSUD Dr Moewardi Solo aman terpampang di depan rumah sakit tersebut, Rabu (1/4/2020). Foto/Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – RSUD dr Moewardi Solo menghapuskan stigma sebagai RS khusus covid-19. Pihak manajemen RSUD dr Moewardi memastikan bahwa RS tersebut memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasanya.

“Untuk pasien yang mau berobat dan mau kontrol tetap aman di RSUD dr Moewardi. Karena ada stigma masyarakat bahwa RSUD Dr. Moewardi sebagai RS Covid. Nah ini yang tidak benar. Kami tetap pelayanan seperti biasa, karena pasien covid sudah dirawat di ruang khusus (isolasi bertekanan negatif) dan zona khusus yang sangat berbeda dengan pelayanan pasien lain,” tegas Humas RSUD dr Moewardi, Eko Haryati, Rabu (1/4/2020).

RSUD dr Moewardi Solo telah memastikan tetap aman untuk pasien berobat. Terkait hal itu, pihak rumah sakit telah menerapkan zona-zona tertentu untuk pasien Corona. Pihak RS juga menempelkan spanduk pemberitahuan terkait zona aman tersebut untuk pasien berobat lain.

Baca Juga :  Bawa Tagline Wartawan Solo Ora Wedi Vaksin, Hari ini 63 Jurnalis Divaksinasi Covid-19

“Spanduk untuk menyampaikan pada masyarakat bahwa RS aman untuk pasien yang mau berobat, karena kami sudah menerapkan zona untuk pasien covid. Jadi kalau kita berada di zona non merah insya allah aman,” papar Eko.

Sebelumnya, mengutip dari laman resmi Corona Pemprov Jateng, corona.jatengprov.go.id, RS Dr Moewardi pernah merawat sejumlah pasien COVID-19. Berikut daftar pasien virus corona di RSUD Moewardi, dua diantaranya sudah meninggal dunia sebelum kematian ketiga.

Baca Juga :  Gibran Akan Resmi Jadi Wali Kota Solo Jumat 26 Februari 2021, Dilantik Secara Virtual

1. P1 (MD): laki-laki, 59, Semanggi-Pasar Kliwon –> klaster Bogor
2. P2 (Dirawat): laki-laki, 58, Kadipiro, (tinggal di Mojosongo, Jebres) –> klaster Bogor
3. P3 (MD): perempuan, 49, Tawangrejo-Jatipurno-Wonogiri –> klaster Bogor
4. P4 (guide asal Bali): laki-laki warga Bali ada pekerjaan di Solo –> klaster belum diketahui
5. P5 (Istri P2): perempuan, Mojosongo, Jebres
6. P6 asal Grogol (diumumkan positif tapi belum ada data pasien)

Sementara itu, hingga Selasa (24/3/2020) sore, Di Solo juga terdapat 69 orang dalam pemantauan (ODP) dan 22 pasien dalam pengawasan (PDP) corona. Prihatsari