JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

India Sulap 20.000 Gerbong Kereta Api Jadi RS Corona

Petugas menggunakan pakaian pelindung saat menyemprotkan disinfektan pad gerbong kereta yang diubah menjadi fasilitas khusus virus corona atau Covid-19 di Kolkata, India, 6 April 2020.Indian Railways merupakan operator kereta api terbesar keempat di dunia / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Persebaran virus corona atau covid-19 di India terjadi meluas dan fenomenal. Karena itu, pemerintah setempat menerapkan kebijakan lockdown.

Akibat kebijakan tersebut, jalur kereta di negara tersebut, untuk pertama kalinya dalam 167 tahun, ditutup.

Alhasil, sebagian kereta-kereta yang adapun dialifungsikan agar tidak menganggur.

“Badan Kereta Api di India memutuskan untuk mengubah 20.000 gerbong kereta yang ada menjadi tempat perawatan pasien virus Corona,” sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa, 7 April 2020.

Lebih lanjut, jenis kereta yang akan dialihfungsikan sebagai rumah sakit adalah  kereta yang sudah tua.

Selain itu, kereta-kereta yang juga tidak berpendingin. Rencananya, kereta-kereta tersebut akan diambil dari 16 zona kereta api di seluruh India.

Target awal, 5.000 gerbong sudah siap menjadi rumah sakit dalam beberapa hari ke depan. Jika dirasa masih kurang, dibutuhkan paling tidak 2 hari untuk menambah jumlahnya.

Menurut juru bicara Badan Kereta Api India, Rajesh Dutt Bajpai, satu gerbong kereta bisa memuat paling tidak 16 pasien. Hal tersebut belum menghitung dokter, perawat, serta ruang untuk menyimpan obat-obatan atau perlengkapan medis.

Adapun tiap gerbong, kata Bajpai, akan memiliki fasilitas perawatan yang cukup. Beberapa di antaranya adalah tempat tidur rumah sakit, troli, masker, sanitizer, apron, dan alat bantu medis seperti ventilator.

“Begitu kereta siap, kereta bisa langsung diarahkan ke lokasi-lokasi di mana rumah sakitnya kekurangan tempat untuk menangani pasien,” ujar Bajpai.

Mengalihfungsikan kereta sebagai tempat perawatan sementara bukan hal baru bagi jaringan kereta api di India.

Sebagai jaringan kereta api terbesar keempat di dunia, jaringan tersebut juga ikut mengelola 125 rumah sakit yang tersebar di seluruh India. Dengan kata lain, mereka sudah berpengalaman.

Per berita ini ditulis, India diketahui memiliki 4.553 kasus dan 118 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19). Adapun Perdana Menteri India, Narendra Modi, sudah menetapkan lockdown selama tiga pekan, hingga 14 April nanti.

www.tempo.co

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19