loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama pandemi virus Corona atau Covid-19, manula dan anak-anak cukup rentan terjangkiti.

Karena itulah, anak juga perlu dibekali pengetahuan memadai, agar mereka dapat menjaga dan melindungi dirinya sendiri.

“Perlindungan anak dalam kondisi wabah harus dilakukan untuk menjamin anak tetap mendapat hak-haknya untuk dapat hidup, tumbuh dan berkembang, serta berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan,” kata Child Protection Specialist Wahana Visi Indonesia (WVI), Nelly Siswaty Sembiring dalam siaran pers, Senin (6/4/2020).

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk kesejahteraan anak.

Sejak tahun 1998, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak

Beberapa pesan penting yang harus dibekali pada anak, antara lain kemungkinan anak berpisah dengan keluarganya.

Salah satu contoh adalah ketika orang tua anak terinfeksi dan harus menjalani isolasi di rumah sakit atau sebaliknya ketika anak harus menjalani isolasi di rumah sakit.

Anak-anak harus berhati-hati dengan setiap orang yang menawarkan bantuan padanya. Karena itu, orang tua harus membuat papan informasi di rumah yang berisi nomor kontak darurat, termasuk tetangga atau saudara, yang dapat dihubungi dalam kondisi darurat.

Kemudian, anak harus dibekali tanda identitas yang bisa digunakan untuk menunjukkan nama, alamat rumah, nama orangtua dan pengasuh, juga nomor telepon yang dapat dihubungi.

Selain itu, WVI juga merilis panduan bagaimana cara menghadapi stress yang terjadi akibat pandemic Covid-19.

Perasaan sedih, tertekan, khawatir, bingung, takut atau marah yang terjadi selama masa krisis adalah wajar.

Berbicara dengan teman dan keluarga dapat sedikit meredakan perasaan-perasaan itu. Selain itu, tetaplah makan makanan sehat, berjemur dan berolahraga.

Berikut adalah pesan yang penting disampaikan pada anak saat wabah virus corona.

Ada peningkatan risiko perlindungan jika seseorang terpisah dari keluarga selama proses isolasi untuk penyembuhan virus corona alias Covid-19.

Situasi bisa menjadi sangat menakutkan bagi seseorang ketika terpisah dari keluarganya. Perasaan takut, sedih, khawatir, marah atau rasa bersalah adalah hal umum dan normal.

Berhati-hatilah terhadap orang asing yang menawarkan untuk merawat atau menawarkan pekerjaan atau pernikahan.

Orang-orang seperti itu mungkin tidak selalu punya maksud baik dan bisa saja menyakiti seseorang.

Bantuan kemanusiaan itu gratis. Tidak ada yang berhak menyentuh atau meminta bantuan dari seseorang sebagai imbalan dari bantuan kemanusiaan tersebut.

Orang perlu membuat  papan informasi di rumah tentang nomor kontak darurat, termasuk nomor kontak saudara dan tetangga. Hal itu berguna jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala-gejala Covid-19.

Buat tanda identitas agar digunakan untuk menunjukkan nama, alamat rumah, nama orang tua, atau pengasuh dan nomor kontak keluarga yang ada.

www.tempo.co