JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Update Terbaru Corona Jateng, 4 Pasien Positif Kembali Meninggal, Kasus Positif Tambah 12 Orang. Total 22 Meninggal, 93 Pasien Positif, 15.614 ODP dan 449 PDP Dirawat!

Ilustrasi pemakaman PDP Corona asal Sragen di TPU Manding, Sragen, Rabu (1/4/2020). Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Prosesi pemakaman wanita kelahiran Sragen yang meninggal dalam status PDP Corona dari RS Ungaran, saat dimakamkan di TPU Manding, Sragen, Rabu (1/4/2020). Foto/Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus corona virus atau covid-19 di Jawa Tengah kembali menunjukkan tren memprihatinkan. Hingga Senin (6/4/2020), jumlah korban meninggal positif covid-19 kembali bertambah empat orang jadi 22 orang.

Data terbaru yang dilansir Pemprov Jateng melalui laman corona.jatengprov.go.id, hingga Senin (6/4/2020) malam pukul 22.00 WIB, jumlah kasus positif di Jateng mencapai 132 orang.

Dari jumlah itu 96 orang masih dirawat, 14 orang dinyatakan sembuh dan 22 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Jumlah korban meninggal bertambah empat orang dari sehari sebelumnya yang tercatat 18 kasus meninggal.

Kemudian jumlah ODP tercatat masih sebanyak 15.614 orang dan jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dirawat mencapai 449 orang.

Dalam website tersebut, juga dipaparkan
22 korban Meninggal positif COVID-19 di Jateng. Rinciannya 4 pasien meninggal di RSUD Dr. Moewardi Solo, 6 di RSUP Dr. Kariadi Semarang, 1 di RSU dr. Soedjono Magelang, 1 di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 2 di RSU Telogorejo Semarang.

Baca Juga :  Pencuri Kecemplung Kali Jenes Solo, Ternyata Super Nekat! Pelaku Ambil Nitendo Saat Sedang Asyik Digunakan

Lantas, 1 pasien di RSUD Prof Dr. Margono Purwokerto, 1 di RSU Harapan Anda Tegal, 1 di RSUD Cilacap, 1 di RS Kraton Pekalongan, 1 di RSU Mardi Rahayu Kudus, 2 di RSUD Tidar Magelang dan 1 di RSU Columbia Asia Semarang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pembaruan data persebaran Covid-19 ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan peduli pada kondisi wilayahnya masing-masing.

Dia berharap update data itu tidak membuat masyarakat panik. Sebaliknya turut membantu pemerintah memutus persebaran virus ini dengan tetap tinggal di rumah.

“Kami buat seperti itu agar semua paham. Misalnya di daerah ini berstatus hijau dan masih aman, maka harus diproteksi bersama-sama. Nah kalau yang zona merah, maka harus diurus bersama-sama. Kalau sudah merah, dan mewajibkan semua orang harus berada di rumah, ya jangan ngeyel,” kata Ganjar di rumah dinasnya kemarin.

Baca Juga :  Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Kendal Segera Dimaksimalkan

“Kalau sudah tahu, diharapkan orang jadi tidak panik. Oh di tempatku ada kasus positif, yuk kita dirumah saja, kita bikin kegiatan yang asyik di rumah. Tidak usah pergi belanja ke luar dulu, mungkin belanjanya online. Cara ini yang harus disiapkan masyarakat dan harus diedukasi terus menerus,” imbuhnya.

Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang makin paham dan peduli terhadap perkembangan wabah ini.

“Saya bangga dan terharu, karena masyarakat mulai peduli dengan kasus ini. Mereka banyak yang mendukung pemerintah untuk tetap di rumah, memberikan bantuan dan sebagainya,” pungkasnya. JSnews