JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Lagi, Patung dan Tugu PSHT di Sragen Dirusak Kawanan Tak Dikenal. Tangan Patung Dihancurkan, Tugu Dilempar Cat

Kapolsek Sragen, Iptu Mashadi saat memberikan pengarahan kepada warga PSHT di lokasi tugu dan patun PSHT Mojo yang dilaporkan dirusak kawanan tak dikenal, Senin (6/4/2020). Foto/Wardoyo

loading...
Kapolsek Sragen, Iptu Mashadi saat memberikan pengarahan kepada warga PSHT di lokasi tugu dan patun PSHT Mojo yang dilaporkan dirusak kawanan tak dikenal, Senin (6/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi pengrusakan terhadap tugu milik perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) kembali terjadi di Sragen.

Kali ini, patung dan tugu PSHT di Kampung Mojomulyo RT 1/119 Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen Kota, dilaporkan dirusak oknum tak dikenal, Senin (6/3/2020).

Diduga pelaku pengrusakan lebih dari satu dan beraksi dinihari memanfaatkan situasi lokasi yang sepi. Tugu yang berdiri di sebelah selatan perlintasan kereta api Mojo itu, di rusak dengan dilempar cat warna kuning dan tangan patung sebelah kiri dirusak hingga putus.

Ketua Rayon PSHT Sragen Kulon, Iwan Andriyanto LG mengatakan rusaknya patung diketahui jam 06.00 WIB pagi tadi. Pihaknya menduga pengrusakan dilakukan lebih dari satu orang pada rentang waktu antara pukul 03.00-04.00 WIB.

“Kalau melihat yang dirusak, kemungkinan pelakunya lebih dari satu. Tugunya disiram, tangan sebelah kiri patung dirusak,” paparnya ditemui di lokasi patung yang rusak, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, dari para warga PSHT sepakat untuk melaporkan kasus itu ke Polres. Namun mengingat situasi dalam siaga covid-19 dan ada larangan berkumpul, maka niatan laporan sementara ditangguhkan.

Baca Juga :  Diduga Ragu-ragu Saat Menyebrang, Seorang Nenek Asal Masaran Sragen Tertabrak Motor di depan Stadion Manahan Solo

Kendati begitu, pihaknya tetap mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap pelakunya. Sebab aksi pengrusakan itu sudah mengarah pada SARA dan tak bisa ditoleransi lagi.

“Ini bukan perkara kerugian materiil, tapi ini yang dirusak simbol perguruan. Sudah mengarah pada SARA, karuannya kalau orang dipukuli genah, tapi ini sudah simbol yang dirusak. Makanya kami tetap berharap diusut tuntas,” paparnya.

Iwan menguraikan aksi pengrusakan itu juga menodai keberadaan tugu dan patung PSHT di Sragen Kota itu yang sejak dibangun 2008 selalu aman-aman saja.

“Kami minta teman-teman menahan diri dan tidam terprovokasi. Yang jelas kami mendesak agar polisi mengusut tuntas,” timpal Sekretaris Rayon.

Foto/Wardoyo

Kapolsek Sragen Kota, Iptu Mashadi tadi pagi langsung melakukan olah TKP di lokasi bersama tim unit Reskrim dan Babhinkamtibmas.

Ia kemudian memberikan pengarahan kepada para warga PSHT yang berkumpul di lokasi tugu. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa karena tidak ada saksi mata yang mengetahui persis, maka laporan diminta ditangguhkan dulu sembari menunggu perkembangan jika sudah ada saksi.

Selain itu, penangguhan dilakukan demi menjaga kondusivitas karena situasi saat ini semua tengah fokus untuk memerangi wabah covid-19.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 1 Juni, Korban Meninggal Tambah 1 PDP. Total 19  Warga Meninggal, 32 Kasus Positif, 24 Sembuh, 24 Masih Dirawat

Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan pendalaman untuk menguak siapa pelaku pengrusakan.

“Tadi kami tahunya dilapori jam 10.00 WIB dan kami langsung ke sini. Awalnya mereka mau laporan, tapi kami minta pemahaman karena situasi sedang fokus penanganan covid-19, agar sementara kondusif dulu sambil melihat perkembangan kalau ada bukti dan saksi-saksi. Karena tidak ada saksi yang melihat persis pengrusakan, petugas jaga perlintasan kereta pun juga nggak ada yang tahu,” terangnya.

Kepada warga, Kapolsek juga mengimbau untuk sementara menahan diri dan Polsek siap membantu memperbaiki kerusakan.

“Yang terpenting situasi kondusif dulu, jangan mudah terprovokasi dan menuduh siapa-siapa. Yang jelas kami akan dalami dulu sambil menunggu jika nanti ada saksi-saksi serta buktinya,” tukasnya.

Aksi pengrusakan tugu dan patung PSHT itu kian memperpanjang daftar pengrusakan serupa. Sebelumnya dua pekan silam, tiga titik tugu dan patung PSHT di Sukodono dan Sidoharjo juga dirusak oknum tak dikenal. Hingga kini, belum ada kejelasan tindaklanjut penanganan di Polres dan pelaku juga belum terungkap. Wardoyo