JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Lewat Rekaman Video, Ketua IDI dan Kadinas Kesehatan Sulsel Kabarkan Dirinya Positif Covid-19

Ilustrasi virus corona atau Covid-19 / tempo.co

loading...
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 / tempo.co

MAKASSAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kabar mengejutkan datang dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari.

Ia mengabarkan melalui rekaman video, secara langsung mengumumkan jika dirinya dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

“Melalui rekaman video ini. Sesuai pemberitaan media terkait kondisi saya saat ini, saya ingin menyampaikan pertama, bahwa saya saat ini dalam kondisi sehat wal afiat, tidak demam, tidak batuk maupun sesak. Berdasarkan pemeriksaaan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk diagnosis Covid-19 pada diri saya yang hasilnya positif,” kata Ichsan.

Berdasarkan pertimbangan dokter terkait kondisinya yang tidak bergejala, lanjut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sulsel itu, maka ditetapkan agar ia melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Kepada keluarga, sahabat dan staf di kantor yang beberapa hari ini atau sebelumnya pernah kontak dengan saya, kami mohon maaf. Saya minta untuk tidak panik, dan mohon kiranya untuk melakukan physical distancing dengan orang sekitar, sambil tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Protokol Kesehatan Milik GoFood untuk Layanan Pesan Antar Makanan

“Dan di dalam masa waktu 14 hari seandainya ada timbul gejala, sebaiknya melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat,” sambungnya.

Ichsan juga menitipkan pesan kepada Tim GTPP Covid-19 di Sulsel untuk tetap semangat dalam bekerja di garda terdepan untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat di tengah mewabahnya Covid-19.

“Insha Allah, Allah akan selalu meridhoi upaya yang kita lakukan bersama. Mari berdoa supaya Covid-19 ini cepat berhenti, khususnya di Sulsel,” tuturnya.

Kabar soal status Ichsan sebagai pasien positif Covid-19 ini pertama kali diungkap oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kepada awak media pada Jumat (27/3) pagi.

Nurdin sebelumnya menyebutkan bahwa Ketua GTPP Covid-19 Provinsi Sulsel yang merupakan Kepala Pelaksanan BPBD Proinsi Sulsel, positif Covid-19.

Menurut Nurdin, Hal ini lah yang mejadi alasan dirinya merombak struktur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel.

“Mengganti ini karena dia lemah. Dia kena. Dia juga positif (Covid-19). Bayangkan kalau ketuanya juga positif. Jadi kita harus bentuk kembali. Saya sudah bicra dengan Pangdam dan Kapolda. Hari ini kita selesaikan, surat keputusannya kita selesaikan hari ini,” kata Nurdin disela kunjungannya ke RS Sayang rakyat, Jumat (27/3/2020) pagi.

Baca Juga :  Usai Jemput Pasien Positif Covid-19, Petugas Medis di Sragen Malah Diberondong Teror dan Ancaman. Bikin Para Petugas Resah dan Ketakutan

Tak lama kemudian, saat seorang jurnalis kembali mengkonfirmasi untuk mematikan pernyataannya yang menyebut Ketua GTPP Provinsi Sulsel positif Covid-19, Nurdin meralatnya. Ia mengatakan, yang positif Covid-19 adalah juru bicara GTPP Covid-19 Provinsi Sulsel.

“Jubirnya (yang positif Covid-19). Ketua gugus sakit, tapi tidak Covid-19. Dia negatif,” katanya melalui aplikasi WhatsApp.

Ironisnya, penyataan Nurdin yang mengungkap status bawahannya ke publik ini disampaikannya beberapa menit setelah ia mengaku jika pihaknya sengaja menutupi identitas pasien di Sulsel yang berdasarkan hasil laboratorium dinyatakan positif terjangkit Covid-19, agar pasien yang bersangkutan dan keluarganya tidak stres jika mengetahui dirinya atau anggota keluarganya positif Covid-19.

“Ada yang sudah sembuh, sehat, baru datang hasilnya positif. Tidak usah dikasi tahu. Yang penting kita isolasi dia, (kita sampaikan) sembuhkan dirimu. Makanya kita rahasiakan namanya, supaya jangan dia shock. Kalau istrinya dengar, anaknya dengar, jadi stres semua. Makanya kita lokalisir. Pokoknya agar tidak menyebar, anda harus isolasi,” ujar Nurdin sebelumnya.

www.teras.id