JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang, PPNI Wonogiri Protes. Berharap Jadi Kasus Terakhir

SAMSUNG CAMERA PICTURES
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Wonogiri merespon atas penolakan pemakaman seorang perawat ” Pahlawan Kemanusiaan ” di Semarang.

Mereka memrotes penolakan tersebut. Para perawat Kota Sukses juga berharap kasus penolakan itu menjadi yang terakhir kalinya.

Bentuk protes itu adalah mengenakan pita hitam di lengan. Mulai memakai pita adalah Jumat (10/4/2020) hingga lima hari ke depan.

Baca Juga :  Duh, 40 Persen Daerah Irigasi di Wonogiri Dalam Kondisi Rusak, Anggaran Pemeliharaan Minim

“Memakai pita ini adalah bentuk rasa suka mendalam kami. Sekaligus proes kami terhadap penolakan pemakaman rekan kami yang merupakan Pahlawan Kemanusiaan,” ungkap Ketua DPD PPNI Wonogiri, Mubarok kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Menurut dia, aksi penolakan pemakaman sebenarnya tidak perlu terjadi. Pihaknya berharap hal itu menjadi kali terakhir dan tidak ada lagi aksi serupa ke depannya.

Baca Juga :  Mbah Mukiyem Warga Ringinharjo Desa Sonoharjo Wonogiri Akhirnya Memiliki Rumah Layak Huni Berkat Program Kasad Jenderal Andika Perkasa

“Jangan sampai ada lagi penolakan pemakaman baik dari tenaga medis maupun masyarakat,” pinta dia.

Pihaknya mengatakan memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhumah Nuria Kurniasih. Pasalnya merupakan Pahlawan Kemanusiaan yang mempertaruhkan jiwa raganya sebagai garda terdepan dalam memerangi Pandemi COVID-19. Aria