WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa bilang upacara bendera itu cuma formalitas? Di Giritontro, suasananya berubah total jadi ajang adu skill, disiplin, dan kekompakan yang bikin banyak orang geleng-geleng. Lomba Tata Upacara Bendera tingkat SD/MI se-Kecamatan Giritontro tahun 2026 sukses digelar dan langsung jadi perhatian.
Bertempat di halaman Kantor Kecamatan Giritontro, Kamis (30/4/2026) pagi, sebanyak 17 SD dan 2 MI turun full team. Semua tampil all out dengan seragam rapi, barisan presisi, dan mental yang nggak main-main.
Melansir laman resmi Pemkab Wonogiri, event ini dibuka langsung oleh Camat Giritontro, Sangga Okta Kharisma. Kehadirannya disambut meriah oleh peserta dan official yang sudah siap tempur sejak pagi.
Dalam sambutannya, Camat Sangga Okta Kharisma langsung memberikan pesan yang cukup dalam, bukan sekadar lomba biasa.
“Lomba ini bukan hanya siapa yang terbaik dalam gerakan, tetapi siapa yang paling mampu menjiwai nilai-nilai perjuangan. Melalui tata upacara yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018, kita mencetak generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan cinta tanah air,” ujarnya di hadapan peserta.
Dan benar aja, lomba ini bukan sekadar baris-berbaris. Semua regu wajib tampil dalam tiga sesi lengkap:
✓ Persiapan upacara
✓ Acara pokok
✓ Penutupan
Durasi maksimal 20 menit, tapi di waktu singkat itu, semua detail diuji habis-habisan. Mulai dari aba-aba, gerakan, sampai ekspresi petugas.
Yang paling membuat deg-degan ada di momen pengibaran bendera. Lagu “Indonesia Raya” dan “Mengheningkan Cipta” memakai audio yang dikontrol official masing-masing tim. Artinya? Sinkronisasi jadi kunci—sedikit meleset, nilai bisa langsung turun.
Penilaian juga tidak asal-asalan. Dewan juri dari Forkopimcam menilai secara terbuka dan objektif, fokus ke beberapa poin krusial:
✓ Kesesuaian urutan upacara
✓ Kekompakan tim
✓ Kelengkapan dan kerapian seragam
✓ Teknik pengibaran bendera
✓ Artikulasi dan intonasi petugas
Setelah persaingan ketat yang membuat tegang dari pagi sampai siang, akhirnya keluar daftar juara berikut ini:
• Juara 1: SD Negeri 2 Giritontro
• Juara 2: SD Negeri 1 Giritontro
• Juara 3: SD Negeri 1 Pucanganom
Kategori spesial juga tidak kalah menarik:
✓ Pengibar bendera terbaik: SD Negeri 2 Giritontro
✓ Komandan terbaik: SD Negeri 1 Jatirejo
Penyerahan trofi dilakukan langsung oleh Camat Sangga Okta Kharisma sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kekompakan tim yang benar-benar total.
Di balik layar, event ini juga berjalan rapi berkat koordinasi solid antara panitia, guru, dan pihak kecamatan. Semua peserta bahkan sudah ikut Technical Meeting sebelumnya, termasuk sistem undian urutan tampil yang dilakukan setelah pembukaan.
Perwakilan panitia, Didik, juga menyampaikan harapannya agar event seperti ini terus berlanjut.
“Semoga lomba ini menjadi tradisi tahunan yang terus meningkatkan kualitas pelaksanaan upacara bendera di lingkungan pendidikan kita. Kami ucapkan terima kasih atas sportivitas seluruh peserta,” pungkasnya.
Yang jelas, lomba ini bukan cuma soal menang atau kalah. Tapi soal membentuk mental, disiplin, dan rasa cinta tanah air sejak kecil. Dari Giritontro, semangat itu kelihatan nyata—dan bukan mustahil bakal jadi standar baru ke depannya. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













