JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ramai di Medsos, Pembagian Nasi Kotak untuk Driver Ojol dan Tukang Becak di Karanganyar. Ojol Tegaskan Hadir Karena Undangan Bupati, Komunitas Lain Mulai Sopir, Pedagang Hingga Kuli Bangunan Cemburu Hati?

Para driver ojol saat bersama bupati Karanganyar usai mendapat nasi kotak gratis. Foto/Humas
Para driver ojol saat bersama bupati Karanganyar usai mendapat nasi kotak gratis. Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Program pembagian nasi kotak kepada driver ojek online (Ojol) dan tukang becak oleh Pemkab Karanganyar yang dimulai Kamis (2/4/2020) lalu ramai diperbincangkan di media sosial (Medsos).

Sejumlah profesi lain yang merasa juga terdampak akibat wabah corona virus, merasa kebijakan itu bisa memicu kecemburuan di kalangan profesi lainnya.

Hal itu berawal dari akun Ekhsan Nur yang mengunggah postingan di salah satu grup komunitas facebook (FB) di Karanganyar yang berisi klarifikasi yang keberatan dengan kata menyerbu dan berburu nasi kotak yang disiapkan Pemkab.

Mewakili rekan-rekan ojol, ia menegaskan bahwa kedatangan driver ojol itu karena diundang pak bupati. Ia juga mengatakan di hari tersebut perwakilan dari driver ojol hadir guna menyerahkan fotokopi KTP untuk pendataan warga Karanganyar yg bekerja sebagai ojol.

Hal itu menurutnya juga atas anjuran bupati. Postingan itu ternyata memantik beragam komentar dari banyak pembaca yang merasa berprofesi tak kalah terdampak akibat wabah covid-19.

Seperti akun Saptono Hore yang menuliskan “Yang kena dampak corona itu bukan cuma ojol ,pak sopir bus,sopir truk ,sopir angkot ,kernet bis,juga tp kenapa yang di perhatikan cuma ojol ojol terus !!”

Kemudian akun Trezeguh Rachell menuliskan komentar berbunyi “Pedagang pasar juga terimbas”.

Di belakangnya, ada akun Paino Endok
yang juga menanyakan kapan kebijakan serupa diberikan untuk profesi kuli bangunan. Dia menulis “Kapan kuli bangunan didata yo”

Hal senada dilontarkan akun Marjo Jo yang menanyakan kapan pekerja proyek dapat giliran. “PROYEK AN IYO PAK” begitu komentarnya.

Ia kemudian menulis lagi “Lha yo mas kuli kok ora ki py yo mas padahal blm tentu ojol ki kekurangan yo akeh kok wong sing ekonomine menengah keatas dadi ojol.

Akun Arya Pratama menuliskan “haruse pemerintah ki bijak .nek kei keringan ki kbh kecuali pns ato bumn
La rakyat kecil nangis ..bantuan cuma2
1″.

Akun Paijem Bjone Wijaya juga ikut menyuarakan guru swasta. Ia menulis komentar “Guru swasta jg Lo mas .. mrka gji berapa … Mrka malah TDK dpt penghasilan hrs memantau kegiatan ank ank dirumah dg quota yg cepet habis Krn hrs unduh kegiatan ank ank utkdilaporkan ke dinas. .. mohon kebijakan. .. yg PNS tdk bingung. .yg bingung guru swasta yg ayyasan kecil seperti kami ini”.

Lalu akun Innoy Lynolla Elly menuliskan komentar “Pdhl dmpak covid bukan hnya yg kerj djlan tpi hmpir smua mayoritas tp knpa why neng ndi ndi ming iku wae sing diperhatikan”.

Di belakangnya, akun Farhan Ary juga berharap kebijakan bantuan harusnya diberikan merata ke semua lapisan masyarakat yang terdampak.

Baca Juga :  Pangdam dan Kapolda Jateng Kompak Ziarah ke Makam Soeharto di Giribangun Karanganyar. Pangdam Sebut Soeharto Orang Yang Berjasa pada RI dan TNI!

Semua lapisan masyarakat kena dampak…khususnya pedagang kecil2n…kalo ojol biasanya pendapatan lumayan bagus… sekarang pun ojol juga beroperasi normal” begitu ia menulis komentarnya.

Lantas akun Yunie Dewi Solo menyuarakan suara TKW. Ia menulis komentar “Tekawe juga.. Paak..
Pengen muleh gak iso..”

Akun Paino Endok juga menulis komentar lagi ” Mas ojol yg terhormat ini cm saran mas begini mas tlng kl crew anda diudang tlng anda blng jgn cuma ojol yg didata pak yg berprofesi sbgi pemulung dan pekerja harian lepas spt kuli bangunan beserta tukangnya hrp didata supaya tdk menimbulkan kecemburuan sosial”.

Lantas akun Kimbi Benjiro Horotokono menulis bijak dengan komentarnya “Opo mungkin saat ini ojol, besok sopir, besuk lagi pedagang,besuk lg sopo meneh…sinambi nyimak Karo nunggu giliran…”

Sementara, Aris Wisnu S menyentil kerumunan di tengah imbauan social.distancing saat ini. Ia menulis komentar “Koq malah kerumunan…ora jaga jarak…hadeuhhh…”

Komentar serupa juga ditulis akun Wong Sepele. “lha kog mala ngumpulke masa hadewh” begitu komentarnya.

Baca Juga :  Awas, Mulai Sekarang Setiap Hajatan di Karanganyar Akan Digladi Tim Satpol PP. Kalau Tak Taati Prokes, Bisa Dibubarkan!

Sebelumnya, Pemerintah kabupaten (Pemkab)  Karanganyar menggulirkan kebijakan menyediakan sebanyak 500 nasi kotak setiap hari selama 10 hari mulai Kamis (2/4/2020).

Ratusan nasi kotak itu disediakan kepada masyarakat, terutama kepada para ojek online (ojol) dan tukang becak yang dinilai terdampak wabah corona.

Nasi bungkus itu dapat diambil di depan rumah dinas bupati, mulai jam 11.00 setiap harinya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada wartawan menyatakan siapapun boleh mengambil terutama para ojol yang selama ini banyak membantu masyarakat.

Menurut bupati, pembagian nasi kotak gratis tersebut dilakukan lantaran dampak corona virus membuat penghasilan para Ojol dan tukang becak mengalami penurunan yang cukup tajam.

“Silahkan diambil. Maksimal dua kotak lah. Untuk dimakan sendiri dan untuk keluarga di rumah. Dalam kondisi wabah Covid-19 ini, mungkin bisa membantu untuk makan siang, terutama bagi para Ojol yang selalu beroperasi membantu masyarakat, para tukang becak serta pemulung yang memiliki penghasilan pas-pasan,” kata bupati, Kamis (2/4/2020).

Bupati menguraikan ratusan kotak yang dibagikan secara gratis itu juga dipesan dari para pedagang warung nasi yang terkena dampak akibat wabah covid-19.

Hal itu juga untuk membantu pemilik warung makan yang sepi pembeli. Menurut bupati, hal itu agar roda ekonomi mereka tetap bergerak.

“Kita pesan nasi kotak ini dari mereka secara bergantian,” terangnya.

Kepada pemilik warung, bupati meminta agar megirimkan alamat mereka, agar para ojek online, seperti gojek food, grab food, dapat melayani dan mengantar pesananan makanan secara online. JSnews