JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Satu Juta Masker 2 Lapis Untuk Warga Sragen Masih Diproses oleh Ratusan UKM-IKM. Dinas Target Pekan Ini Sudah Bisa Dibagi, Bisa Dicuci dan Diganti!

Untung Sugihartono. Foto/Wardoyo
Untung Sugihartono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Satu juta masker gratis dari Pemkab Sragen yang akan dibagikan ke warga, hingga kini masih dikebut.

Masker seharga Rp 3.000 perlembar dengan standar dua lapis itu ditargetkan pekan ini sudah selesai dan siap dibagikan.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sragen, Un Sugihartono mengatakan saat ini satu juta masker itu masih dalam proses diproduksi.

Pembuatan masker itu melibatkan UKM dan IKM di bawah kendali dua instansi yakni Dinas Perindustrian dan Pedagangan serta Dinas Koperasi dan UKM.

“Jadi satu juta masker itu pengadaannya menjadi tanggungjawab dua dinas. Masing-masing 500.000 lembar. Untuk dinas kami, melibatkan UKM sekitar 550 UKM. Kalau di Dinas Perdagangan juga dijatah 500.000 masker dan melibatkan IKM di bawah binaan dinas tersebut. Saat ini masih dalam proses,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (22/4/2020).

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

Pihaknya menarget 500.000 masker jatah dinasnya itu bisa selesai dalam pekan ini. Sehingga nantinya masker bisa segera dibagi ke warga.

Ratusan UKM yang digandeng dalam produksi masker kain ini tersebar di seluruh kecamatan di Sragen. Satu UKM, rata-rata diorder antara 700 sampai 1.000 masker.

Selain kapasitas produksinya juga skala kecil, kebijakan itu juga untuk pemerataan dan memberdayakan UKM yang saat ini tengah terpuruk akibat dampak corona virus.

Baca Juga :  Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

“Karena modal mereka terbatas, kemarin kita bantu uang muka dulu agar bisa membeli bahan. Kalau sudah selesai baru semuanya dibayar,” terangnya.

Ditambahkannya, pelibatan UKM dan IKM itu juga sebagai stimulan kegiatan ekonomi bagi mereka. Sebab wabah covid-19 telah membuat banyak UKM berhenti operasional lantaran sepinya order.

Dengan orderan per UKM sekitar 1000 lembar, jika kapasitas produksi mereka 100 lembar perhari, setidaknya mereka bisa memproduksi selama 10 hari.

“Harga maskernya Rp 3.000 per lembar. Itu bentuknya masker kain tapi dua lapis. Bahannya bisa dicuci dan dalamnya bisa diganti dengan tisu,” tandasnya. Wardoyo