JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sopir Pabrik Warga Sribit Sidoharjo Sragen Positif Covid-19, 20 Orang Keluarga dan Tetangganya Langsung Diisolasi Mandiri 14 Hari. Begini Riwayat Lengkapnya!

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo
Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 20 warga di Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen bakal menjalani rapid test covid-19.

Pasalnya mereka terlacak pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif covid-19 berinisial A (45) warga setempat.

Kades Sribit, Sutaryo mengatakan 20 orang itu terlacak dari hasil tracking yang dilakukan tim DKK dan Puskesmas, Rabu (29/4/2020).

“Tadi saya juga ikut mendampingi pelacakan. Ada sekitar 20 warga yang terdeteksi kontak dengan pasien positif covid-19. Sebagian besar adalah keluarga dan tetangga dekatnya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM Kamis (30/4/2020).

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Kecamatan Sidoharjo Terus Meningkat, Kapolsek Gerakkan Program Sidoharjo Bermasker. Izin Hajatan dan Keramaian Sementara Stop Dulu!

Ia menguraikan 20 warga itu untuk sementara diminta menjalani karantina mandiri di rumah sembari menunggu hasil rapid test.

Sedangkan, pasien positif berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun itu saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Moewardi Solo.

Kades menyampaikan dari hasil pelacakan, pasien berinisial A itu sudah berkeluarga dan punya satu anak. Yang bersangkutan diketahui berprofesi sebagai sopir di sebuah pabrik di wilayah Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.

Baca Juga :  Gawat, Pasien Meninggal Karena Corona Bertambah Lagi Menjadi 20, Saat ini Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Meroket Mencapai 543

A dinyatakan positif dari hasil tes swab yang keluar pada Selasa (28/4/2020). Ia dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo setelah 3 hari sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

“Sempat 3 hari di RSUD Sragen lalu ada gejala mengarah covid-19 sehingga dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Yang bersangkutan diketahui punya riwayat penyakit penyerta stroke dan kambuhan,” tukasnya.

Setiap hari, yang bersangkutan bekerja pergi pulang Sragen-Karanganyar. Namun pasien itu tidak masuk kategori pelaku perjalanan (PP). Wardoyo