JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Update Terbaru Corona Jateng, Jumlah ODP 14.161 Orang, 88 Pasien Positif Masih Dirawat, 430 Pasien PDP dan 18 Orang Meninggal Dunia

Ilustrasi Pemakaman jenazah PDP Corona. Foto/Humas Polda Jateng

loading...
Pemakaman jenazah PDP Corona. Foto/Humas Polda

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus corona virus atau covid-19 di Jawa Tengah masih menjadi ancaman serius. Hingga Minggu (5/4/2020), jumlah pasien positif masih melampaui 100 kasus yakni tercatat sebanyak 120 orang.

Data terbaru yang dilansir Pemprov Jateng melalui laman corona.jatengprov.go.id, hingga Minggu (5/4/2020) malam pukul 22.00 WIB, jumlah kasus positif di Jateng mencapai 120 orang.

Dari jumlah itu 88 orang masih dirawat, 14 orang dinyatakan sembuh dan 18 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian jumlah ODP tercatat masih sebanyak 14.161 orang dan jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dirawat mencapai 430 orang.

Dalam laman tersebut, juga dipaparkan
18 korban Meninggal positif COVID-19 di Jateng. Mereka rinciannya masing-masing 4 pasien di RSUD Dr. Moewardi Solo, 6 pasien di RSUP Dr. Kariadi Semarang, 1 pasien RSU dr. Soedjono Magelang, 1 pasien RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa Unnes Tuntut Keadilan di Tengah Pandemi, Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan saat Aksi

Lalu 1 pasien di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 2 RSU Telogorejo Semarang, 1 RSUD Kraton Pekalongan, 1 RSU Harapan Anda Tegal dan 1 RSUD Cilacap.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pembaruan data persebaran Covid-19 ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan peduli pada kondisi wilayahnya masing-masing.

Dia berharap ini tidak membuat masyarakat panik, sebaliknya turut membantu pemerintah memutus persebaran virus ini dengan tetap tinggal di rumah.

“Kami buat seperti itu agar semua paham. Misalnya di daerah ini berstatus hijau dan masih aman, maka harus diproteksi bersama-sama. Nah kalau yang zona merah, maka harus diurus bersama-sama. Kalau sudah merah, dan mewajibkan semua orang harus berada di rumah, ya jangan ngeyel,” kata Ganjar di rumah dinasnya kemarin.

Baca Juga :  Banjir Rob Rendam Kota Pekalongan, Puluhan Anak dan Lansia Dievakuasi

“Kalau sudah tahu, diharapkan orang jadi tidak panik. Oh di tempatku ada kasus positif, yuk kita dirumah saja, kita bikin kegiatan yang asyik di rumah. Tidak usah pergi belanja ke luar dulu, mungkin belanjanya online. Cara ini yang harus disiapkan masyarakat dan harus diedukasi terus menerus,” imbuhnya.

Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang makin paham dan peduli terhadap perkembangan wabah ini.

“Saya bangga dan terharu, karena masyarakat mulai peduli dengan kasus ini. Mereka banyak yang mendukung pemerintah untuk tetap di rumah, memberikan bantuan dan sebagainya,” pungkasnya. JSnews