JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

90 KK di Dua RW Joyotakan Solo Isolasi Mandiri, Buntut Warga Positif Corona Nekat Salat Tarawih Berjamaan di Masjid

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kenekatan warga di salah satu wilayah Keluraha Joyontakan mengikuti sholat tarawih berjamaah di masjid berbuntut panjang. Setelah salah satu jamaahnya terkonfirmasi positif, diketahui kemudian seluruh jamaah masjid menjalani rapid test dan didapati tujuh orang dalam satu keluarga reaktif.

Kini, diketahui pula Pemkot Solo mengisolasi dua Rukun Warga (RW) di lokasi tersebut sekaligus. Hal itu dilakukan dilakukan sebagai hasil tracking dari tujuh pasien dalam pengawasan (PDP) dengan hasil reaktif saat rapid test.

Baca Juga :  Kombes Ade Safri Simanjuntak Resmi Jabat Kapolresta Solo, Kombes Andy Rifai Jabat Kabid TIK Korps Brimob Polri

Dua RW di Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan, Solo diisolasi mulai hari ini, Sabtu (16/5/2020).

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan, kontak dekat diduga terjadi saat warga menjalankan sholat tarawih berjamaah di salah satu masjid di RW tersebut. Untuk itu, pihak ya mengambil langkah cepat dengan mengisolasi wilayah.

“Isolasi wilayah dilakukan 14 hari ke depan. Petugas dari TNI dan Polri dibantu masyarakat akan berjaga-jaga di pintu masuk ke dua RW tersebut. Warga di dalam Ndak boleh keluar, warga dari luar Ndak boleh masuk,” tegasnya.

Baca Juga :  Sejumlah Jenderal Hingga Pengusaha dari Jakarta Diam-Diam Turun ke Solo. Merapat PKS, Tertarik Nyalon Pilkada Solo Lawan Gibran

Tercatat sebanyak 90 kepala keluarga (KK) harus menjalani isolasi mandiri di dua RW tersebut. Rudy mengaku telah berkomunikasi dengan mereka dan logistik disediakan oleh Pemkot.

“Prinsipnya tidak ada yang menolak dikarantina. Dan logistik diberikan dari Pemkot,” tukas Rudy. Prihatsari